Menu Tutup

Anton Calon Ketua BAIN – HAM RI Provinsi Riau : Minta Kejari Kampar Tidak Gegabah Terkait Kades Batu Gajah

Posted in Nasional

Kampar – Lintasnusantara.net – Pasca Kejari Kampar melakukan pengecekan laporan yang konon katanya laporan dari masyarakat ke Desa Batu Gajah tanggal 19 Juni 2020 menuai pro dan kontra.

Pasal nya laporan penyalahgunaan Dana Desa yang di duga di lakukan oleh Kades Batu Gajah, yang bernama Junaed tersebut tidak mendasar dan tidak terbukti alias mengandung fitnah yang di lakukan oleh orang yang selalu mengatasnamakan masyarakat yang kita duga ada unsur sakit hati.

Aktivis dan tokoh pemuda kampar yang bakal menjadi Calon Ketua Provinsi Riau BAIN – HAM RI ( Badan Advokasi Investigasi – Hak Asasi Manusia – Republik Indonesia ) yang bernama Anton angkat bicara terkait terburu-terburu nya Kajari Kampar dalam laporan ini.

“Kalau laporannya dari masyarakat, masyarakat yang mana, terus lihat dulu identitas nya, karena saya menduga ini terkesan tendensius ” Jelas Anton , Sabtu 20 Juni 2020

Masih kata Anton, seharusnya pihak Kejari Kampar melihat dulu terkait laporan yang mengatasnamakan masyarakat tersebut yang bisa saja kita duga ada dugaan unsur sakit hati atau unsur merebut kursi Kepala Desa Batu Gajah berikutnya.

“Disinikan sudah jelas , pihak Kejari sudah turun, kalau terbukti kan Kades Batu Gajah yang bernama Junaed pasti sudah dibawah ke Kejari Kampar, jadi saya minta hentikanlah membangun opini publik yang nanti bisa saja membuat masyarakat marah, karena desa batu gajah baik-baik saja di bawah kepemimpinan Kades Batu Gajah, Junaed ” tegas Anton yang juga Calon Ketua BAIN – HAM RI

Sebelumnya menutup konfirmasinya aktivis anti korupsi, Anton mengatakan dengan tegas bahwa Kades Batu Gajah sudah diperiksa oleh inspektorat tidak ada masalah, dan dana bantuan dari Provinsi Riau Rp. 200.000.000 udah diserahkan ke Bumdes sebesar Rp 160.000.000 dan sisanya digunakan untuk anggaran di desa dan sudah tertera di laporan, tidak ada yang di Selewengkan seperti yang diplintir oleh orang-orang yang yang tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan masyarakat. (Mulya Koto)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: