Bantuan Bapres BPUM 2020 Kelolaan Mekaar Sumber Salak Ledokombo Amburadul

Kantor Mekaar di jalan Stasiun Sumber Salak

Jember, lintasnusantara.net – Sejumlah nasabah PNM Mekaar kelompok Anget Amanah mengeluh. Pasalnya data informasi https://banpresbpum.id/ sejumlah nama terdaftar sebagai penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah periode ke-dua, dan tidak pernah ada pemberitahuan / sosialisasi dari petugas PNM Mekaar syariah yang berkantor di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, pada hari selasa ( 27/04/21).

Pemerintah memberikan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang terdampak pandemi Covid-19 tak terkecuali Kelompok Anget Amanah dengan jumlah 13 orang yang merupakan nasabah aktif PNM Mekaar Syariah sampai sekarang. Ke-13 orang anggota berasal dari Desa Sumber Anget, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember.

Nasabah PNM Mekaar, Kartu ATMnya Yang Lenyap

Salah satu nasabah Yayuk Suseno, mengatakan bahwa dirinya sudah empat tahun jadi nasabah PNM Mekaar, pinjaman 4 juta dengan angsuran 100 ribu selama 50 kali dengan jumlah anggota 13 orang.

“Dulu petugas PNM Mekaar inisial L dan D pernah mengatakan bahwa saya dapat bantuan Banpres sebesar 2,4 juta, tapi rekening saya di tahan (petugas-red) karena saya punya tunggakan 1,5 juta, kalau bayar tunggakan yang 1,5 juta baru rekeninya di kasikan” ucap Yayuk Suseno meniru petugas Mekaar, kepada awak media di kediamannya pada hari Selasa (27/04/21).

“Saat uang sejumlah 1,5 juta sudah saya siapkan malah petugas tidak pernah datang, dan baru datang empat Minggu kemudian, setelah saya tanyakan terkait bantuan dan rekeninya saya, kok bantuan saya di bilangnya hangus dan buku rekening sudah dikembalikan ke bank, saya tanyak di kembalikan ke bank mana? Jawabnya selalu tidak tahu.” terangnya dengan nada setengah heran.

Untuk tahun 2021, lanjut Yayuk, bahwa nama saya dan Anggota yang lain terdaftar dapat Banpres BPUM sebesar 1,2 juta, “iya di cek di online link banpresbpum.id saya dapat, Tapi gimana wong saya tidak punya buku rekening dan kartu Atmnya”.

Saya tanyakan lagi ke petugas Mekaar, Giman terkait Banpres bantuan saya? Petugasnya bilang jangan tanyak tanyak bantuan lagi, bantuannya sudah hangus, dengan nada marah, dan saya wajar tanyak hak saya. Terangnya Yayuk bersama anggota yang lain kepada awak media di kediamannya.

Petugas PMKS Kecamatan Ledokombo

Sementara PMKS Kecamatan Ledokombo mengatakan, se-Kecamatan Ledokombo jumlah penerima Banpres BPUM limpahan dari PNM Mekaar ke BNI 46 sejumlah 1500 KPM,” iya informasi yang kami terima dari pihak BNI 46 ada 1500 penerima Banpres BPUM,”ujarnya firman PMKS Kecamatan Ledokombo di Kantor Kecamatan kepada awak media.

Terkait data nama-nama penerima Banpres BPUM limpahan dari PNM Mekaar ke BNI 46 baik yang periode pertama dan kedua pihak Kecamatan tidak punya datanya,” semua data ada di PNM Mekaar dan BNI 46 Kalisat. Coba sampeyan tanyakan kesana. Kami hanya di minta untuk menyiapkan tempat untuk ferifikasi,” jelasnya PMKS di ruangannya.

Kantor BNI 46 Kalisat

Untuk keberimbangan sebuah berita, saat awak media mengkonfirmasi ke BNI 46 Kalisat Kepala cabangnya di lapangan kata Satpamnya, dan melanjutkan ke Cabang Jember terkait data penerima Banpres BPUM limpahan dari PNM Mekaar ke BNI, oknum BNI mengatakan,” untuk data penerima Banpres silahkan tanyakan ke BPUM Dinas Koperasi, PNM Mekaar. Kita tidak tau. Untuk data kita tidak ada, semua ada disana. Saya no stetmen saya tidak bisa kasih klarifikasi, intinya kita tidak bisa kasih klarifikasi, keterangan ya, mohon maaf,” ucapnya.

Saat awak media menanyakan nama oknum BNI,” saya tidak perlu sebut nama saya kepada kalian, saya berhak Lo pak, saya berhak Lo,” ucapnya oknum BNI di ruang kerjanya BNI Jember dengan nada agak tinggi, pada hari Rabu (28/04/21).

Kantor BNI Cabang Jember

Ditempati yang berbeda Dinas Koperasi dan UMKM Kasi Pembiayaan Tutik mengatakan, bahwa untuk data penerima yang tertera di link banpresbpum.id itu data usulan tahun 2020 yang dicairkan tahun 2021. Dimana kriterianya ada tiga, yang pertama Data usulan tahun 2020 yang belum, yang kedua, data yang sudah ditetapkan tapi belum cair, ketiga, data penerima tahun 2020 dapat tapi di tahun 2021 juga dapat. Untuk tahun 2020 dapat 2,4 juta dan tahun 2021 dapat 1,2 juta.

“Untuk penerima Banpres BPUM tahun 2020 pengusulnya bukan hanya Dinas Koperasi tapi ada BRI, BNI pokoknya banyak. Untuk tahun 2021 pengusulnya hanya Dinas Koperasi dan UMKM,” jelasnya.

Pihak PNM Mekar sendiri di datangi ke Kantornya di jalan Stasiun Desa Sumber Salak, oleh awak media, Kepala Cabangnya tidak ada, kata adiminya keluar ke daerah Sukowono, dan di hubungi lewat whats appnya tidak pernah respon. (Sayadi)