Bantuan Pangan Non Tunai di Kampung Sawera Sindang resmi, Diduga Bermasalah di Sunat Oknum RT

Bantuan Pangan Non tunai berupa Beras (Photo by. Endi)

(Oleh. Endi Jibril S.ip)

Pandeglang, lintasnusantara.net – Praktik-Praktik kecurangan dalam program Bantuan pangan Non Tunai (BPNT) yang di lalukan oleh oknum-oknum penyedia barang, sampai ke Rukun Tetangga (Rt) masih kerap terjadi. Bantuan untuk rakyat miskin ini seharusnya di salurkan sesuai dengan aturan yang di terbitkan oleh pemerintah. (16/04/21)

Iwan Ketua DPPAC Gaib Perjuangan Mengatakan, bahwa berdasarkan investigasinya di duga terjadi pemotongan dalam program BPNT tanpa sepengetahuan pihak KPM.

Dugaan ini diperkuat dari pengakuan si KPM yang namanya enggan disebutkan, iya ada pemotongan yang dilakukan oknum RT yang sengaja membuka kemasan beras tanpa ijin dari kami yang sebagai pihak KPM. Beras tiap karungnya diambil empat liter, telur empat biji, buah Apel dua biji , ikan tiga ons,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sebanyak tujuh KPM yang mengalami hal tersebut tanpa sepengetahuan Kelompok Penerima Manfaat (KPM).Untuk program kali ini kami menerima dua bulanan yaitu Maret dan April berarti dua bulan atau dua pagu.

Ketua LSM Gaib Perjuangan Iwan, merasa geram dengan ulah oknum RT tersebut dan berharap untuk di tindak tegas sesuai prosedur hukum,” tegasnya.

Iwan menambahkan, penilaian pihaknya bukan tanpa alasan bahkan ia mengaku mempunyai banyak data dan bukti-bukti yang kuat yang bisa dipercaya.

Bahkan bukan hanya itu saja, menurutnya KKS lebih dari dua tahun tidak dikembalikan ke KPM dipegang sama agen E-warung dan tidak pernah dikembalikan ke pihak Kelompok Penerima Manfaat (KPM) siapa yang akan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Sementara itu TKSK Kecamatan Sindangresmi Adang kepada wartawan pada Kamis 15 April 2021 mengungkapkan, bahwa terkait adanya pengambilan barang oleh oknum RT semalam sudah dimusyawarahkan atas kejadian tersebut.

Untuk komoditas itumah semalam sudah di musyawarahkan katanya dengan RT setempat, untuk KKS yang dipegang agen atasnama Nur itu memang dititipkan oleh KPM ke ibu Nur. Jadi kalau sudah di ambil dari tempat agen kitamah sudah tidak berhak lagi, itumah tergantung kebijakan KPM mau ngasih atau tidak ke orang lain,” katanya.

Ia menerangkan, untuk KKS dipegang oleh ketua kelompok, menurut info dari agen bahwa KKS bukan disimpan di agen tetapi di ketua klompok PKH, jadi kalau saat pencairan sembako pihak agen yang telpon ketua klompok PKH agar segera diberlakukan transaksi selanjutnya dikembalikan lagi ke ketua kelompok.

Tapi semua kartu harusnya dipegang KPM bukan oleh ketua kelompok, dan itu sudah menjadi aturan, akan tetapi namanya di kampung susah KPMnya gak mau pusing dan gak mau ribet dengan pencairan padahal itu haknya,” tegasnya.

Endy Jibril S.ip Mengecam keras, apa yang terjadi di desa Pasir Loa patut menjadi perhatian penegak hukum, selain diduga “menyunat” hak KPM, rt, ketua kelompok dan agen E-warung tersebut telah menyalahgunakan wewenang nya untuk kepentingan pribadi karena terdapat FAKTA sekaligus telah menyalahgunakan jabatannya.

Sementara itu sampai berita ini diturunkan pihak Agen E-Warung Ari belum memberikan komentar.Chatt message via Whattsaps direspon tapi tidak memberikan komentar tentang kartu KKS hanya dipersilahkan datang langsung ke tempatnya.

Editor. Jaks