Banyak Papan Iklan, Baleho Yang Tak Mengantongi Izin Dan Belum Bayar Pajak

Rep.Team redaksi

Lintasnusantara.net-Tangerang-| Berbagai macam cara para Pengusaha mempromosikan Produk serta barang yang akan di pasarkan kepada konsumennya, sehingga memacu para pelaku usaha untuk berspekulasi agar tawaran penjualan sampai kepada calon pembelinya. Teknis yang dilakukan yakni, melalui iklan televisi, radio, media cetak/koran, dan baliho (papan reklame), salah satunya Baliho, 23/02/21.

Cara mengiklankan produk dengan Papan reklame sangat di sukai para pengusaha, namun siapa sangka bahwa ternyata papan Iklan yang beredar rata-rata, ternyata belum memiliki izin resmi dan tidak membayar pajak daerah setempat. Awak media menyaksikan sendiri bahwa hampir rata-rata, Khususnya kecamatan Cisoka, kabupaten Tangerang, berdasarkan Info yang didapat dari Petugas Penegak Peraturan Daerah (Perda) setempat yang tidak ingin disebut namanya.

“Kecamatan Cisoka hampir keseluruhan papan reklamenya, tidak berizin, terbukti waktu saya tanyakan ke rekan yang bertugas di kantor Daerah setempat, infonya bahwa Papan reklame yang terpasang disana belum ada ijin dan tidak membayar pajak,” Jelas petugas (yang tidak ingin disebut namanya).

Team Lintas coba menelusuri salah satu kios Handphone (HP) di depan Pusat kesehatan masyarakat (PKM) Cisoka, guna membuktikan informasi yang di dapat, dan nyatanya terbukti bahwa Toko HP itu tidak berizin, serta belum membayar pajak, saat itu sang pemilik toko tidak bisa menunjukan bukti pembayaran pajak, dan izin papan reklame salah satu Brand Handphone.

” Setau saya ViVO pasang papan reklame di toko saya pastinya sudah berizin dan membayar pajak, masa iya sie Perusahaan sebesar itu ga bayar pajak dan berizin, saya memang belum bisa menunjukan buktinya, Silahkan saja tanyakan ke pihak Vivonya,” Pengakuan Abet pemilik Toko.

Sesuai peraturan Daerah (PERDA) bahwa segala bentuk periklanan yakni berupa Papan reklame dll, diwajibkan mempunyai Izin resmi dan serta membayar Pajak, yang nantinya di gunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan Rakyat Indonesia.

Editor. Jaks