Bumdes Pagedangan Jaya Sejahtera, Tidak Melulu Bersandar Pada APBD

Logo Kemendes (Photo By. Doc Kemendes)

Reporter. Ardi|Editor. Jaks

TangerangLintasnusantara.netBadan usaha milik desa (Bumdes) adalah jenis kelompok Usaha di suatu desa yang tentunya berbadan hukum, serta sudah menjadi sebuah program pemerintah pusat sampai daerah melalui dinas terkait, dan harus direalisaikan keberadaan Bumdes itu untuk setiap desa, seperti di Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang itu. 

Menurut Ketua, Bumdes “PAGEDANGAN JAYA SEJAHTERA”  Dedi. S. Rion mengatakan, Bumdes adalah sebuah badan usaha milik desa terus berupaya dan berinovasi dengan aksi nyata dari para pengurus untuk  mendongrak pendapatan asli desa, agar masyarakat sekitar merasakan manfaat keberadaan bumdes di desa Pagedangan itu. Salah satu pola yang dipakainya yaitu dengan cara menjalin kerja sama dengan para perusahaan atau pengusaha yang ada.

“Di desa Pagedangan ini banyak potensi yang harus kita gali, baik dari sisi sumber daya manusianya juga potensi meningkatan ekonomi masyarakat, menjalin sinergitas dengan sejumlah pengusaha yang ada, seperti jalinan kerja sama yang sudah berjalan cukup baik,  seperti dengan pihak Aeon Mall , maka dari itu pihak kami tidak melulu pengandalkan keuangan daerah atau APBD,” Papar Dedi yang saat itu didampingi sekretaris Bumdes desa  Pagedangan di ruang kerjanya Jumat, (23/21).

Lebih lanjut dirinya memaparkan awal serta niatan untuk melibatkan diri di Bumdes tersebut. Dikatakan Dedi dalam rangka pengembangan potensi wilayah desa, sejumlah pengurus Bumdes yang sudah ada memcoba untuk  mengajukan sebuah kerja sama dengan sejumlah pengusaha dan bisa bersinergi  dengan pihaknya. 

Di tempat yang sama, Sekretaris Bumdes Pagedagan Jaya Sejahtera Supriyadi menambahkan, pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah pengusaha yang ada , seperti dengan Aeon tadi. 

“Kami berusaha memberdayakan potensi masyarakat sekitar dalam hal kerja sama  mengelola badan usaha milik desa ini, seperti yang sudah berjalan selama ini, dengan pihak Aeon, sudah 110 orang warga kami yang bekerja sebagai karyawan di Aeon Mall di berbagai sektor, seperti sebagai tenaga security, kebersihan serta sektor lainnya, limbahnya pun coba kami kelola dengan dengan melibatkan sejumlah pengusaha lokal yang ada di wilayah,  dan selama kita berjalan dengan swakelola, menggunakan anggaran yang bersumber dari hasil kerja sama dengan sejumlah pengusaha yang ada di Desa Pagedangan ini,” Jelas pria yang akrab disapa Acong di akhir wawancara.

(Ard)