Bupati dan Wakil Bupati Jember Melepas Pemberangkatan Pembagian Bantuan Sembako Dari MUI Jember

JEMBER, lintasnusantara.net – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Jember membagi bagikan bantuan sembako kepada masyarakat terdampak Pandemi Covid-19.

Pembagian bantuan sembako ini sebanyak 200 paket sembako, dan menjadi dua titik, titik pertama di lingkungan Masjid Al Amin Sumberejo Wirowongso Ajung dan yang titik kedua di Masjid Nurul Hikmah Kaliwining Rambipuji Jember.

Karena dua titik tersebut banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan sembako ditengah ekonomi yang sangat sulit karena pandemi Covid-19.

Dan pembagian bantuan sembako dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Jember di lepas oleh Bupati H. Hendy Siswanto dan Wakil Bupati KH. MB. Firjaun Barlaman secara simbolis. Sabtu (08/05/0/21).

Pembagian sembako ini merupakan salah satu bentuk kepeduli terhadap apa yang sedang dihadapi masyarakat saat sekarang, apalagi saat sekarang menghadapi lebaran Hari Raya Idul Fitri.

Terima kasih harus kita pahami betul oleh seluruh pihak, karena bahasa terima kasih harus kita diimplementasikan kepada seluruh manusia.

Oleh karena itu terima kasih ada dua kata yaitu terima dan kasih. Kalau hanya terima saja, tidak mau kasih, maka tidak akan bisa berjalan, berhenti Ilmu professor pun akan mati kalau tidak menghayati terima kasih, mau diapakan kalau hanya maunya menerima tapi tidak mau mengasih atau tidak mau memberikan. Ungkap Bupati.

Lanjut Bupati, pembagian sembako sebagai bentuk kepedulian atau mengasih, pengusaha wajib hukumnya mengasih. Mohon maaf pengusaha tidak perlu menunggu diminta, kalau ada warga yang tidak mampu segara di kasih, harus tanggap tidak perlu menunggu.

Karena kalau ekonomi berjalan lancar maka ada yang akan membeli produk yang dijual oleh para pengusaha, kalau sudah seperti ini masyarakat kita juga kebingungan, kalau saat sekarang ekonomi anjlok karena pandemi Covid-19, ayo jangan menunggu diminta pengusaha harus bergerak langsung. Pinta H. Hendy S.

Saya berharap kedepannya menginginkan bakti sosial seperti ini tidak hanya pada momen bulan suci Ramadhan saja, namun berkelanjutan selamanya.

Karena tingkat kemiskinan di Jember ini masih tinggi, MUI harus ikut andil menuntaskan atau menurunkan kemiskinan yang melanda Jember, dan saya sangat setuju dengan Hadits yang dibacakan oleh Kiai Haris, bahwa kemiskinan sangat berbahaya bahkan bisa menjerumuskan kepada kekafiran. Pintanya.

Di samping itu juga, Bupati Hendy mewajibkan MUI Jember untuk ikut mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Saya juga berkeinginan MUI Jember betul betul merakyat artinya MUI menjadi jawaban atas setiap permasalahan ummat, lalu dicarikan solusinya, dengan demikian, kehadiran MUI akan dirasakan betul oleh masyarakat luas. Tegasnya Bupati.

Ketua Umum MUI Jember, Dr. KH. Abdul Haris, M.Ag mengamini keinginan Bupati Jember untuk turut serta menurunkan kemiskinan. Dia menjelaskan, masalah ekonomi dan kemiskinan itu sangat serius dan luar biasa, bahkan kefakiran itu bisa menjerumuskan orang kepada kekafiran.

Kekafiran itu tidak terbatas hanya kepada orang muslim lalu keluar agama Islam, kekafiran itu luas. Bisa berbentuk orang yang pro Pancasila dan NKRI menjadi anti Pancasila dan NKRI, orang menjadi radikal. jelas Dr. KH. Abdul Haris.

Dia dalam waktu dekat akan menggelar rapat kerja, yang salah satu agenda besarnya adalah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Jember.

Sementara, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Jember, Ihwan Huda Al Mujib, S.I.Kom, M.I.Kom menjelaskan program pendampingan ekonomi yang akan dilakukan ialah berbentuk pelatihan kerja secara gratis untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM).

Jadi komisi pemberdayaan ekonomi ummat bekerjasama dengan balai latihan kerja komunitas yang langsung di bawah Kemenaker pada bulan Juli sampai Agustus mendatang, kami akan melaksanakan pelatihan kerja di tiga bidang, pertama di pengolahan kopi, kedua adalah las dan ketiga adalah menjahit,” kata Ihwan.

Dia berharap dengan meningkatnya kemampuan SDM masyarakat Jember maka akan meningkatkan kesejahteraannya. (Sayadi)