Bupati Jember Mengeluarkan Surat Edaran Tentang Penegakan Disilin Protokol Kesehatan di Kabupaten Jember

JEMBER, lintasnusantara.net – Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Brigjen Sri Eko Pranggono dari petugas Satgas Penanganan Covid-19 Pusat, melihat langsung Posko Penanganan Covid-19 di RTH Gajah Mada, Kamis (6/5/21).

Bupati Jember Mengeluarkan Surat Edaran Tentang Penegakan Disilin Protokol Kesehatan di Kabupaten Jember, dan Instruksikan Pengetatan Pengawasan Pendatang Hingga Tingkat Kecamatan dan Desa serta RT/RW.

Surat edaran yang dikeluarkan 5 Mei itu diikuti dengan rapat koordinasi penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 di Aula PB Sudirman, Pemkab Jember, Kamis (6/5/2021) sore.

Satgas Penanganan Covid-19 Jember juga berkoordinasi dengan perwakilan Satgas Pusat Penanganan Covid-19 yang melakukan supervisi ke Jember.

Rakor di internal tersebut diikuti seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Jember, Camat, Lurah serta Kepala Desa.

Bupati Jember menginstruksikan dalam penegakan disiplin Prokes dan penanganan Covid-19 menjelang Hari Raya Idul Fitri, dan pengawasan ketat tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Jember.

Instruksi itu antara lain pengawasan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jember yang berdatangan ke Kabupaten Jember.
Instruksi ini diberikan kepada petugas di tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa.

Karena sekarang menghadapi Lebaran Hari Raya Idul Fitri kita menjadi fokus kepulangan PMI ke Jember, karena sejauh ini sudah ada 173 orang yang disweb hasilnya negatif.

Selain pengawasan PMI, juga pengawasan kepada pendatang yang masuk ke daerah terpenkecil di Jember, seperti Kelurahan dan Desa.

Posko yang ada di Kecamatan dan Desa harus slalu memonitor untuk memastikan kalau para PMI tersebut benar-benar isolasi mandiri. Ujar H Hendy Siswanto

Menurut keterangan Brigjen Pol Sri Eko Pranggono selaku Tenaga Ahli Pendamping Satgas Pusat Penanganan Covid-19, walaupun sudah ratusan PMI yang sudah disweb untuk saat sekarang masih sangat penting adanya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di tingkat Kelurahan dan Desa.

Karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro itu sangatlah bagus, untuk diteruskan.

Karena saat sekarang penanganan Covid-19 di Jember sudah berjalan dengan baik. Apalagi sudah ada instruksi larangan mudik dari Bupati Jember. Ungkapnya.

Lanjut Sri Eko Pranggono, yang terpenting sekarang bagaimana pengetatan di masa larangan mudik di Hari Raya Idul Fitri nanti. Karean kita semua harus memutus mata rantai penyebaran Covid-19, salah satunya dengan silaturahmi virtual saja.

Brigjen Sri Eko Pranggono juga menegaskan, jangan sampai ada klaster baru kareana akibat mudik atau kegiatan Lebaran.

Tadi sudah di sampaikan oleh Bupati, kalau angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember sudah menurun, dan sudah melewati masa fase, kondisi yang sudah bagus ini harus dijaga, dan terus di tingkatkan dari kuning ke hijau, jangan sampai menurun lagi karena adanya lebaran. Tutup Eko. (Sayadi)