Menu Tutup

Bupati Karo, Tokoh Agama , Tiga Camat Kabupaten Karo, Sepakat Perketat Protokol Kesehatan

Posted in Karo

Karo-Lintasnusantara. Net

Pasca Kabupaten Karo dinyatakan zona merah pandemi Covid-19, sejak hari sabtu (7/6/2020) sejumlah tokoh agama Se-kab karo sangat prihatin atas meningkatnya penyebaran virus berbahaya tersebut, menandakan wilayah Kab karo “zona tidak aman” dalam beribadah berjamaah /kolektif.

Lonjakan RO ( Reproductive Number ) virus corona, menyebabkan zona status berubah ke zona merah, maka kami tergabung dalam tokoh agama Kristen kab. Karo, sepakat dan mendorong selalu siap dan terdepan sebagai pion – pion dalam mendukung setiap program Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dimasa pandemi Covid-19, baik disaat level zona hijau, zona Kuning dan zona merah, dalam hal ini kami sepakat tetap mendukung kebijakan yang terbaik digulirkan oleh Pemda Kabupaten Karo

Bahkan, menyangkut ibadah, jika itu memang demi kebaikan dan aturan yang ada, kami pahami, maka untuk sementara waktu, kami hamba Tuhan akan meneruskan kepada para jemaat, dimasa status zona merah ibadah kolektif secara permanen, tidak dibenarkan oleh Ketua GTPP Covid-19, kami menyambut suatu keputusan yang bijaksana sesuai protokol kesehatan.

Hal ini diungkapkan tokoh agama Kristen melalui jubir Pdt. Masada Sinukaban, STh didampingi Pdt. Antoni Tarigan dan sejumlah hamba Tuhan yang lain, dihadapan Camat Dolat Rakyat, Camat Barusjahe dan Camat Payung, forkopincam dan Kades, saat tatap muka lewat videoconference, senen (8/6) pukul 15.00 wib di Vommand Center Kantor Bupati.

Pertemuan ini, turut dihadiri oleh Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH didampingi Plh Ketua GTPP Covid-19 Ir Martin Sitepu dan sejumlah OPD.

Lebih lanjut disampaikan Pdt. Masada Sinukaban, yang perlu disikapi oleh camat dan Kades agar satu bahasa, dalam status “zona merah” Kabupaten Karo saat ini, agar diefektifkan sosialisasi dan himbauan kembali dipertajam, semisal tidak boleh berkerumun, baik di tempat ibadah, tempat pasar, pajak, kedai kopi, kolam pancing dan lebih spesial tempat lokasi perjudian, katanya

Ironisnya, menurut hemat kami hamba Tuhan, lokasi perjudian pula yang trend dan ramai dikunjungi serta tidak ada larangan dari pemerintah setempat maupun aparatnya, ini aneh dan lucu, sementara tempat ibadah dilarang untuk beribadah , namun fakta yang kami lihat tempat judi ramai seperti “pasar malam” saja aktifitasnya setiap hari, Ujar Pdt. Masada

Pada kesempatan yang sama, Bupati karo Terkelin Brahmana, SH, MH,terpantau saat itu juga, melakukan kroscek langsung kepada para Camat, info yang didengar lewat videoconference, yang dihadiri tokoh agama Kristen, apakah ada camat dan Kades melakukan pelarangan ibadah.

Mendengar tersebut, Camat Dolat Rakyat, Camat payung dan Camat Barusjahe, secara tegas mengatakan, diwilayahnya tidak pernah ada melakukan pelarangan ibadah, sebab tokoh agama didesa selalu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kepala desa, jadi tudingan ini tidak mendasar, hanya saja Kades mengingatkan ibadah tidak boleh berkerumun, dan lebih efektif lewat live streaming atau membatasi jemaat berjamaah dan juga wajib memperhatikan protokol kesehatan, kata camat menerangkan secara bergantian

Bupati Karo juga meminta para camat agar transparan dan tidak menutup nutupi terkait perjudian di wilayah ketiga camat tersebut, apakah ada, sehingga terkesan pilih kasih , bahwa gereja dibatasi sedangkan judi dibiarkan merajela,” ujarnya.(eg/Team Linus)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: