Menu Tutup

Curah Hujan Tinggi Di Kab Bolaang Mongondow Selatan Di Perkirakan Terjadi Hingga Bulan Oktober 2020 Oleh BNPB

Posted in Jakarta, Nasional

JAKARTA – lintasnusantara.net – Bencana banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan akibat terjadinya guyur hujan menyebabkan beberapa sungai besar meluap, sehingga air masuk ke permukiman warga, sejak Jumat 31/7/20.

Berdasarkan data yang terhimpun dari Tim Reaksi Cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC-BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, beberapa sungai yang meluap tersebut, diantaranya Sungai Bolangaso, Sungai Toluaya, Sungai Salongo, Sungai Nunuka, Sungai Mongolidia, Sungai Milangodaa dan beberapa sungai lainnya.

Sebagian besar sudah surut, namun air dapat naik kembali apabila hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dalam waktu yang cukup lama.

Menurut data yang diperbarui oleh Pusat Pengendali dan Operasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops-BNPB) Minggu 02/08/20 pukul 19.00 WIB.

Sebanyak 7.046 KK atau 22.655 jiwa terdampak banjir bandang dan tanah longsor di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sementara seorang warga dilaporkan meninggal dunia,

Adapun keseluruhan warga yang terdampak banjir tersebut terbagi tujuh wilayah kecamatan, Kecamatan Bolaang Uki 2.978 KK/9.715 jiwa, Kecamatan Helumo 225 KK/861 jiwa, Kecamatan Tomini 62 KK/250 jiwa, Kecamatan Posigadan 154 KK/636 jiwa. Kecamatan Pinolosian 1749 KK/5980 jiwa, Kecamatan Pinolosian Tengah 925 KK/1.729 jiwa dan Kecamatan Pinolosian Timur 953 KK/3.494 jiwa.

Sementara itu, dampak kerusakan yang disebabkan oleh bencana tersebut mulai dari 29 unit rumah hanyut, 64 unit rumah rusak berat, 5 unit jembatan rusak berat dan 5 ruas jalan rusak. Hal itu sekaligus menyebabkan tiga kecamatan seperti Kecamatan Helumo, Kecamatan Tomini dan Kecamatan Posigadan terisolir.

Sementara Bupati Bolaang Mongondow Selatan menyikapi dampak bencana banjir tersebut, mengambil langkah penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir Tanah Longsor selama 14 hari terhitung mulai tanggal 24 Juli hingga 6 Agustus 2020.

Selain itu, Bupati Bolaang Mongondow Selatan juga telah mengeluarkan Surat Keputusan pembentukan posko yang berlokasi di Alun-alun Kabupaten dengan Dandim 1303.

Saat ini, seluruh komponen pemerintah daerah di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan bekerja sama melakukan upaya penanganan darurat bencana, dsn BNPB terus berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan Percepatan Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Longsor di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

Hal itu dilakukan sekaligus sebagai kesiapan dalam menghadapi ancaman terjadinya banjir di wilayah lain, mengingat curah hujan tinggi diprakirakan terjadi sampai dengan bulan Oktober 2020.

Dalam jangka pendek, BNPB akan melakukan dropping logistik ke Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan menggunakan pesawat carter Express Air dan helikopter jenis MI 8 – MTV yang diterbangkan dari Palangka Raya Kalimantan Tengah menuju Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara.

Adapun rincian logistik dan peralatan yang akan dikirim meliputi tenda keluarga 25 unit, tenda pengungsi 5 set, kasur lipat atau velbed 125 unit, matras 1.000 lembar, selimut 5.000 lembar, perlengkapan bayi dan balita atau kidsware 200 paket dan sandang sebanyak 375 paket.

Menurut hasil koordinasi sementara, logistik dan peralatan akan disimpan dan didistribusikan dari Bandara Sam Ratulangi untuk memudahkan proses pengiriman logistik menggunakan helikopter, dengan prioritas utama tiga kecamatan yang terisolir.

Hingga saat ini, hujan masih sering terjadi sebagaimana hal itu juga telah diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan wilayah lain di bagian utara Indonesia.

Sumber :Humas BNPB
Penulis : Team Linus
Publisher: Sayadi H

Related Posts

%d blogger menyukai ini: