Dandim 0822/Bondowoso Hadiri Pembentukan Kampung Tangguh Untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19

BONDOWOSO – Lintasnusantara.net – Pandemi virus Covid-19 yang belum ada obat atau Vaksinnya, Dandim 0822 bersama Forkopimda Kab. Bondowoso melaksanakan rapat bertempat Aula Endra Dharmalaksana Polres Bondowoso Jl Veteran. No. 1 Bondowoso untuk membahas konsep Pembentukan Kampung Tangguh dalam rangka penanganan dan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID–19) di wilayah Kabupaten Bondowoso, Rabu (27/5).

Hadiri dalam kegiatan tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P., Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, Bupati Bondowoso Drs. KH. Salwa Arifin, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Sekda Bondowoso H. Saifullah S.E, M.Si, Kepala Dinkes Bondowoso dr. Mohammad Imron, M.M. Kes., Danramil jajaran Kodim 0822 dan Kapolsek jajaran Polres Bondowoso serta para Kades Kab. Bondowoso.

Di hadapan peserta rapat tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P., memberikan arahannya dan menyampaikan, “Konsep penanganan Covid-19 selalu berubah sesuai situasi. Arahan pemerintah RI saat ini yaitu hidup damai dengan Covid-19. Untuk itulah muncul gagasan adanya Kampung Tangguh, Tanggap dan Lumbung Pangan antisipasi Pandemi wabah virus Covid-19.

Saat ini tiap desa sudah ada posko Covid-19, tetapi dirasa masih kurang karena masyarakat sendiri belum sadar. Inilah menjadi tugas kita, Bagaimana merubah mindset masyarakat untuk sadar akan bahaya wabah ini, bukan hanya pemerintah atau gugus tugas saja yang berperan, justru masyarakat sendiri yang harus menjadi gugus tugas untuk keluarganya sendiri.

Jangan pisahkan masyarakat dengan gugus tugas, libatkan masyarakat agar menjadi bagian dari gugus tugas sebagai informan, sehingga ketika ada warga luar masuk, atau ada warganya yang perlu penanganan bisa cepat ditangani”, tuturnya.

Tambah Letkol Inf Jadi, S.I.P., “Inilah benteng terakhir, menyadarkan masyarakat akan Pandemi wabah virus Covid-19 untuk tanggap dalam situasi ini. Sehingga ketika pemerintah menjalankan New Normal, masyarakat sudah siap, sehingga apabila masyarakat sudah sadar ini juga akan memudahkan aparat desa maupun gugus tugas untuk bersama menghadapi wabah Covid-19. Ada Tujuh variable indikator untuk menjadi kampung tangguh antara lain, Tangguh dalam kesehatan, Budaya, logistik, keamanan dan ketertiban, SDM, psikologi dan informasi, tambah Dandim 0822. (Zul)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: