Dandim 0822 Dan Forkompimda Bondowoso Tinjau Ruang Isolasi Covid-19

BONDOWOSO – Lintasnusantara.net – Dandim 0822/Bondowoso Coffee Morning bersama Forkopimda Kab. Bondowoso dalam Rapat Evaluasi perkembangan Penanganan Virus Corona (Covid 19) di Kab. Bondowoso dilanjutkan peninjauan RS Paru dan RSUD dr. Koesnadi serta RS Bhayangkara Bondowoso, Senin (3/8).

Kegiatan Rakor tersebut dilaksanakan di Pendopo Wakil Bupati Kab. Bondowoso Jln. Letjen Suprapto Kel. Badean Kec/Kab. Bondowoso.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bondowoso, Drs. KH. Salwa Arifin, Wakil Bupati Bondowoso, H. Irwan Bachtiar Rahmat, SE, M.Si, Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi S.I.P., Kapolres Bondowoso, AKBP Erick Frendriz, S.I.K, M.Si, Ketua DPRD Kab. Bondowoso, H. Ahmad Dhafir, Kejaksaan Negeri Bondowoso Kasi Intel Kejaksaan, Sucipto, SH, MH., Kepala dinas BPBD Kab. Bondowoso Ir. Kukuh Triatmoko, M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso, dr. Mohammad Imron, M.Kes., dan Direktur RSUD dr. Kusnadi Bondowoso, dr. Yus Priatna A, Sp.P, serta Kepala Rumah Sakit Bayangkara, AKBP dr.Hery Budiono, Sp.U.

Rapat koordinasi tersebut Dandim 0822/Bondowoso Letkol Inf Jadi, S.I.P., memberikan masukan dan menyarankan, “Mari kita samakan persepsi dan bersama-sama dalam penanganan Covid-19 di wilayah Kab. Bondowoso mengingat dengan adanya Klaster baru dari PT. Salem yang saat ini penyebarannya cukup banyak sehingga kita dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk penanganan Covid-19 di wilayah Kab. Bondowoso.

Untuk tempat isolasi dan penanganan kepada yang positif Covid-19 di wilayah Kab. Bondowoso kami mengikuti kebijakan Dinas Kesehatan Kab. Bondowoso dan Rumah Sakit Umum dr. Koesnadi Bondowoso yang terpenting lokasi isolasi layak dan nyaman sehingga para pasien yang diisolasi bisa betah dan cepat sembuh.

Pasien Positif Covid-19 agar dilakukan isolasi sampai benar-benar sembuh agar tidak ada penularan dan klaster baru meskipun harus dilakukan isolasi lebih dari 10 hari.

Kita harus menyesuaikan dengan aturan yang ada, seperti
penyiapan sarana dan prasarana tempat isolasi sehingga pasien positif Covid-19 di wilayah Kab. Bondowoso dapat tertangani dengan baik dan manusiawi.

Rencana penggunaan anggaran kedepannya harus terinci dengan jelas kegunaan di masing-masing bidang supaya tidak terjadi penyalahgunaan yang tidak tepat sasaran,” punkasnya. (Nur)

%d blogger menyukai ini: