Di Desa Tebing Gerinting (OI) Ada Rumah Yang Berkurang 2,5 meter Tak Layak Huni, Dihuni 4 Orang Keluarga

Lintas-Ogan-Sumsel Kamis, 11 Maret 2021

Posted in Ogan Ilir

Indralaya — Ogan Ilir-Sumsel — Lintasnusantara.Net — Cik Ina (70) janda tua renta kuli pembuat kerupuk kemplang, warga desa Tebing Gerinting Kec. Indralaya Selatan kab. Ogan Ilir, Sumsel, tinggali rumah gubuk reyot bersama 2 cucunya yang masih kecil dan satu anak perempuannya yang telah bercerai, rumah gubuk kecil yang sangat sederhana inilah mereka berempat tinggali dengan rumah yang berukuran 2,5mx 4m.

Nenek tua yang sudah renta ini tapak demi tapak harus menempuh perjalanan kaki kurang lebih sekitar 1km di tempat kerjanya untuk menjemput rezeki.

“Perkerjaan ini yang bisa lakukan hingga sekarang, seharusnya dengan umurnya sekarang yang sudah sangat renta, mestinya nenek ini tidak berkerja tapi apa boleh buat demi sesuap nasi iya harus lakukan walaupun hanya mampu 1-2 hari berkerja dalam satu minggu.

Dengan kondisi tubuh kini sudah banyak penyakit yang telah berguyur merogoti, salah satunya penyakit asam urat, sangat luar biasa nenek ini kuat sekali masih semangat berkerja mengambil upahan membuat kerupuk kemplang.

Dari hasil Wawancara kami selaku awak media yang bertugas di Kab. Ogan Ilir. Cik Ina (70) warga Dusun III, RT 00, Desa Tebing Gerinting mengatakan, Rumah ini bekas peninggalan orang tua, rumah ini dulunya cukup besar bisa menampung beberapa keluarga dan kondisi tidak sekecil sekarang. karena usianya yang sudah sangat tua yang mau hampir roboh akhir dan juga anak-anak sudah berkeluarga semua serta tidak lagi tinggal disini. Tinggal hanya saya sendiri menempati.

Karena anak-anak saya mengkuatirkan kondisi rumah yang sudah sangat memprihatinkan (roboh) akhirnya mereka bergotong royong merobohkannya dan membuat ukuran menjadi lebih kecil karena dihuni untuk saya sendirian, ujarnya cerita ke media ini, Kamis (11/03/2021).

Lanjutnya ia katakan, sampai sekarang rumah ini sudah saya tempati, tetapi saya sedih ketika ada salah satu anak perempuan saya dengan 2 anaknya yang masih kecil ingin tiba-tiba tinggal disini dikarenakan iya telah bercerai dengan suaminya.

Selama 1 tahun kurang lebih anak saya dan 2 cucu tinggal bersama saya walau kondisi rumah ini sudah reyot dan sempit ini, karena tidak tempat lain maka mau tidak mau mereka tetap bertahan,” ujarnya sedih.

Dikatakannya, Saya berharap kalau ada yang bisa membantu dari mana siapun asalnya bantuan tersebut, senang sekali dan bersyukur dapat bantuan yang namanya bedah rumah tersebut, dulu pernah ada dari pemerintah didesa sini memfoto rumah saya dari sampai sekarang, yang katanya akan diajukan bedah rumah tapi hingga bertahun-tahun sampai sekarang hal tersebut hanya mimpi belaka.

Kalau seandainya disisa hidup saya ini yang sekarang, mudah-mudahan ditahun ini kiranya pihak pemerintah dapat memberikan bantuannya yang tak terduga-duga, datang dan merubah agar rumah yang reyot ini bisa disulapnya menjadi rumah layak huni, rasa syukur yang tak terbayang-bayangkan karena impian mempunyai tempat yang layak yang selama ini didamkan akhirnya hingga terujuk juga,” harapnya ucap rasa syukur.

Cik Ina melanjutkan, semenjak ditinggal meninggal mendiang suami sekitar 15 tahun, untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan upah 30-40rb perhari, saya harus bangun jam 2 dini hari (pagi) pulang 11 siang berkerja membuat kerupuk kemplang. Alhamdulillah, dengan itu bisa sedikit memenuhi kebutuhan hidup.

Walau disisi lain manusia di jam segitu orang-orang sedang enak tidur, karena saya menyadari orang tak punya dan demi bertahan hidup, tidak ada pilihan mau tak harus bangun jam 2 dini hari mengalahkan ayam. mulai mengais rezky, pergi ke lokasi berkerja mengambil upahan membuat kerupuk kemplang,” tuturnya dengan rasa semangat.

Lanjutnya tambahkan, apa lagi sekarang ini saya tidak lagi tinggal sendiri maka mau tidak mau saya harus berkerja dan berusaha agar dapat makan walau hanya sesuap nasi. “Anak saya yang telah diceraikan suaminya ini orangnya (agak stress) tidak ada kemauan, selalu malu kalau dilihat orang,” ungkapnya nenek ini ke wartawan.

Saya sangat bersyukur walau dua cucu ini tinggal bersama saya sekarang. Walaupun begitu, Alhmdullih ” bapaknya masih bertanggungjawab datang temui anaknya tiap minggu, memberikan uang jajan dan makan, walau ayahnya tak berjodoh lah dengan anak saya, hal tersebut saya pahami kondisi keadaannya hingga terjadinya mereka berdua bercerai.

“Alhmdullih, cucu saya ini mendapat seorang ayah yang baik selalu ingat kepada anak-anaknya ini,” ucapnya bersyukur. (Fc)