Di Duga Ada Merk Up RAB Dalam Pembangunan SAB, Desa Cirendeu Kabupaten Tangerang

Papan nama Proyek di salah satu desa kabupaten Tangerang, di duga terdapat penyimpangan.

Reporter. Mular

Tangeranglintasnusantara.net – Terkait beberapa pemberitaan SAB (Sarana Air Bersih) desa Cirende Kecamatan Solear Kabupaten Tangerang, yang dibiayai dengan anggaran Dana Desa (DDs) tahun 2020, kembali dipertanyakan Termasuk Bentuk dan Specifikasi Teknik (BESTEK) agar ada keterbukaan kepada masyarakat, rincian biaya pembangunan agar ada penyesuain Anggaran sesuai yang di tuangkan dalam RAB dengan fisik yang terbangun.

Awak media mencoba mengklarifikasi kembali dasar penghitungan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dengan fisik yang terbangun, amat di sayangkan Kepala desa Cirendeu Epen Supendi tidak ada di tempat kerjanya, beberapa kali di hubungi melalui telpon selulernya namun tidak aktif (21/01/2021)

Kemudian Awak media menyambangi kantor desa, lalu di terima pelaksana kegiatan. Supardi yang menjabat sebagai Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) desa Cirendeu, dan tokoh masyarakat desa Cirende H Abdul Manap yang ternyata orang tua sambung Kepala desa (KADES) Supardi mengatakan.

” kemaren Torn air belum terpasang karena pesanan belum terkirim oleh pihak material, dan sekarang air sudah di fungsikan, masyarakat sekitar lokasi juga sudah bisa memanfatkan SAB yang baru terbangun” ujar, kaur Kesra desa Cirende kepada awak media.

Audensi dengan awak media di kantor desa Cirendeu juga di hadiri pihak Babinsa Muhayar, dan dari pihak Binamas Siswanto.
beberapa kali Kepala desa di hubungi melalui telepon seluler, namun tidak aktif dan Belum di ketahui keberadaanya, bahkan setelah beberapa media menerbitkan pemberitaan, salah satunya media Lintas Hukum Dengan judul (Pembangunan SAB kampung Cisalak Kelapa dua desa cirende di Duga tidak sesuai dengan ADDs) 13/01/2021.

Kepala Desa Cirendeu menyampaikan janji melalui pesan elektroniknya untuk beraudensi, guna mengklarifikasi pemberitaan dengan awak media, entah kenapa janji itu tidak pernah di laksanakan tanpa kabar lanjutan, hal ini mempersulit langkah awak media meluruskan praduga terkait anggaran SAB yang diduga kurang sesuai dengan fisik yang terbangun, karena media belum di perlihatkan rincian anggaran biaya (RAB) yang sudah di Bakukan oleh pihak terkait.

Awak media berharap dengan di terbitkannya pemberitaan yang berperan aktiv mengawal kebijakan pemerintah, kepala desa lebih bisa kooperatif, karena awak media sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) sebagai Kontrol Sosial Masyarakat.

Ditempat yang sama, komentar lain juga timbul dari salah satu masyarakat sekitar lokasi pekerjaan.

“awak media tugasnya menyampaikan informasi dari narasumber, agar masyarakat paham dengan jumlah pembiayaan, dan bisa menjaga serta merawat hasil pembangunan yang telah di upayakan oleh Kepala desanya,” Ujar tokoh masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya kepada awak media.

Editor. Jaks