Diduga Biro Jasa Ilegal, AM Merasa Dirugikan oleh Yuliana Karena Dukomin Adminduk dan Ijazah Ditahan Serta

Jember, lintasnusantara.net – Ijasah dan dokumen Adminduk AM (31), warga Kecamatan Rambipuji, Jember di tahan oleh seorang wanita yang bernama Yuliana warga Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo, yang mengaku seorang biro jasa, namun tidak menyebutkan badan hukumnya.

Dukomin dukomin tersebut di tahan karena tidak membayar uang 300 ribu Rupiah, ke Yuliana warga Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo.

Yuliana tersebut mengaku biro jasa (namun tidak menyebutkan badan hukumnya – red) berdalih jika uang tersebut untuk biaya transportasi mengambil dokumen persyaratan calon TKW.

“Awalnya saya ingin bekerja ke luar negeri, terus kenal sama Yuliana lewat media sosial Facebook sekitar bulan November 2020. Sebenarnya saya tidak menyuruh Yuliana untuk datang, namun Yuliana datang ke Jember dan membawa ijasah serta KK dan akte kelahiran saya,” ungkap AM, di kawasan kecamatan Kaliwates, Jum’at (16/04/2021).

AM juga mengatakan, merasa tidak pas mau kerja ke luar negeri melalui Yuliana, akhirnya ia berinisiatif membatalkan niatnya dan mau mengambil semua dokumen miliknya. “Namun saat saya mau ambil, Yuliana meminta uang 300 ribu untuk mengirimkan berkas saya,” ucapnya.

“Masak biaya pengiriman berkas dari Probolinggo ke Jember 300 ribu. Dan saat saya mau ambil berkasnya ke ke Probolinggo, Yuliana bilang tidak ada orang,” pungkasnya.

Sementara Yuliana saat dikonfirmasi membenarkan telah membawa dokumen AM. “Saya tidak menahan dokumen AM tapi untuk memproses ke Singapura, saya hanya minta ganti uang transportasi ke Jember,” ucapnya, melalui pesan whatsapp, Jum’at (16/04/2021).

“Tidak ada yang gratis…semua pake uang. Klo AM bisa ganti rugi saya, saya akan kembalikan,” ungkap perempuan yang mengaku biro jasa dan diduga tidak berijin.

Berdasar data terhimpun, dalam Pasal 372 KUHP tertulis, barangsiapa dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tanganya bukan karena kejahatan, dihukum karena penggelapan, dengan hukuman penjara selama-lamanya 4 (empat) tahun. (Team).