Menu Tutup

Diduga Kinerja Dishub Nisbar “BURUK”, Warga Minta Bupati supaya Kadisnya di Evaluasi

Posted in Nias Barat

Nias Barat – lintasnusantara.net – Berdasarkan pemberitaan media lintasnusantara.net dan sejumlah media lain, tertanggal 28/08/2020, dengan judul ” Biaya pemeliharaan kapal Pemda Nias barat ratusan juta rupiah, Diduga kuat tidak tepat sasaran” namun hingga kini tidak ada respon dari pemda Nias  Barat cq. Dinas terkait.

Warga lingkungan kecamatan sirombu dimana hari-harinya bekerja  sebagai nelayan berinisial DH (37) senin tanggal 31 agustus 2020 mengatakan. “Setahu saya, kalau tidak salah kapal Hasambua milik pemda nias barat ini sudah lama terpapar di pinggir laut dekat lokasi pondok wisata pantai indah sirombu, kurang lebih tiga tahun, sampai saat ini kayaknya dibiarkan oleh dinas perhubungan kabupaten nias barat” katanya 

“Dilihat dari bentuk kapal Hasambua  milik nias barat, Bertujuan untuk mempermudah akses jalan lintas laut di antara pelabuhan sirombu menuju beberapa pulau lain di wilayah nias barat ini katanya. 

Ketika mendengar informasi bahwa pernyataan kepala dinas perhubungan TOROZIDUHU MENDROFA yang mengatakan : Ada orang yang di tugaskan Dinas terkait, untuk menjaga kapal tersebut, bahkan di gaji sesuai  upah PTT lainnya. Jadi menurut saya “itu tidak benar” karna mulai adanya kapal ini di pantai indah sirombu sampai sekarang, tidak pernah kami lihat ada yang menjaga kecuali SETAN, dan bisa kita buktikan dilapangan sehingga terbukti kalau kita lihat  kondisi kapal sekarang sangatlah memprihatinkan. 

Beliu berharap Bupati Nias Barat, agar segera memerintahkan kepala dinas perhubungan untuk melihat langsung di lapangan kondisi kapal HASAMBUA yang sangat memprihatinkan, Bila perlu bapak itu di evaluasi saja karena kinerjanya sangat “BURUK”.

Ketika sejumlah awak media Konfirmasi kepada  kepala dinas perhubungan Torotodo Mendefa, pada hari selasa 25 agustus 2020 pukul 11.30 wib, di kantornya mengatakan membenarkan bahwa ada biaya pemeliharaan kapal tersebut pada tahun anggaran 2019 sebesar 100 juta rupiah dan yang terealisasi hanya kurang lebih 35 Juta rupiah, sedangkan 65 juta rupiah telah di kembalikan ke kas daerah, pungkasnya.

Selain itu beliau juga telah menugaskan penjaga kapal tersebut dengan inisial RW dan digaji sesuai dengan setara dengan gaji PTT lainnya, jelasnya Kadis.

Untuk menelusuri kebenaran terkait terpapar di pinggir laut Kapal Hasambua milik pemda nias barat, yang di kelola oleh dinas perhubungan nias barat, pers media lintasnusantara.net mencoba menjumpai Bupati Nias Barat Faduhusi Daely dan Sekda Nias Barat Fakhili Gulo, pada hari senin 31/08/2020 sekitar pukul 15.00 wib akan tetapi beliau tidak berhasil di temui kemudian mencoba konfirmasi melalui media  WhatsApp (WA) namun tidak dibalasnya padahal Bupati dan Sekda orang yang seharusnya dimintai tanggapan.

Penulis : BD
Publisher: Jumaria H

Related Posts

%d blogger menyukai ini: