Diduga Oknum ATR/BPN Ogan Ilir Sengaja Lakukan Kecurangan Dalam Pembuatan Sertifikat Tanah

Ogan Ilir-Sumsel – lintasnusantara.net Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Sumsel Menduga Oknum ATR/BPN Ogan Ilir Terlibat Untuk Memuluskan Perampasan Hak Atas Sebidang Tanah Milik Saudara Rusli M. Zen Yang Terletak Di Wilayah Desa Burai.

Menurut keterangan Yongky Ariansyah. SH Ketua tim investigasi Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Sumsel pada tanggal (30/06), Menerima kuasa dari saudara Rusli M.Zen untuk mengurus permasalahan sebidang tanah miliknya dengan luas 26,740 meter persegi yang terletak didesa Burai Kecamatan Tanjung Batu, kabupaten Ogan Ilir-Sumsel.

Dikatanya, selaku Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAI BPAN) DPD Sumsel Segerah mengambil sikap dan mempelajari dokumen tanah milik saudara Rusli M.Zen, kemudian pada tanggal 08/07/20 ” LAIBPAN memasang plang dilokasi tanah milik saudara Rusli, yang terletak di wilayah desa Burai dengan alas dasar hak surat keterangan tanah Nomor : 590/020/KD.BR/2013 dan surat keterangan tanah Nomor : 590/019/KD. BR/2013 dan LAIBPAN juga melayangkan surat tertulis untuk mengajukan permohonan pembuatan Sertifikat kepada ATR/BPN Ogan Ilir atas sebidang tanah milik saudara Rusli.

“Dari saudara Rusli menerangkan, bahwa ada oknum yang juga mengaku memiliki Sertifikat diatas tanah tersebut dan diketahui pemilik Sertifikat tersebut atas nama Mansuri.

Setelah dipelajari tim investigasi LAIBPAN namun disayangkan setelah kami pelajari Sertifikat atas nama Mansuri ini diduga malah administrasi pertama kami lihat, Sertifikatnya ini berada di Kabupaten Ogan ilir, Kecamatan Tanjung Baru dan didesa/Kelurahan Indralaya Utara dengan NIB 04.16.07.0700771, “
ini ada apa dengan ATR/BPN terang Yongki keheranan ke Warta OI Datarilis.com.

“Sedangkan menurut informasi surat dasar saudara Mansuri Surat Kerangan NO : 15/VIII/78 atas nama saudara Achmad Hanafi yang dikeluarkan dan ditandatangani oleh penggarap dusun Burai dan diketahui oleh Pasirah Kepala Marga Burai pada tahun 1978 dengan ukuran 500×300 Meter persegi.

Lanjutnya, Kemudian pada tanggal (20/04/12)” keluar berita acara pemeriksaan tanah tersebut, yang dikeluarkan oleh Yurlina, SH Kepala Desa Tanjung Baru dan dengan surat keterangan nomor : 594/09/KD-TB/2013 yang menerangkan, bahwa benar saudara Achmad Hanafi memiliki sebidang tanah yang terletak di dusun III desa Tanjung Baru, Kecamatan Indralaya Utara dengan No : SK,15/VIII/1978.

“Berdasarkan informasi dari hasil Investigasi tim LAIBPAN menerangkang, surat keterangan Nomor : 590/133/Kec-TB/2020, yang bertandatangan dibawah ini, Camat Tanjung Batu menerangkan sebagai berikut, ” memang benar, tanah yang disengketakan tsb berada di wilayah desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir sesuai dengan hal berikut ini :

  1. Berita acara dilapangan yang dikeluarkan, oleh Kepala Desa Burai pada tanggal 08 Desember 2014.
  2. Peta Kecamatan Tanjung Batu dengan Desa Burai dan Kecamatan Indralaya Utara dikeluarkan oleh Tim Penegasan Batas Daerah yaitu dari, Kabupaten Ogan Ilir.
  3. Peta Administrasi Kecamatan Indralaya Utara dan Kecamatan Tanjung Batu dari salinan Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Ilir Nomor : 09 Tahun 2012 tanggal 2 Desember 2012.
  4. Surat Sekretaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir Nomor : 100/54/1/2020, tanggal 2 Februari 2020, tentang klarifikasi penegasan.

Kami lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara DPD Sumsel menegaskan atau meminta kepada ATR/BPN Ogan Ilir (OI) untuk segera menarik kembali Sertifikat yang sudah mereka terbitkan, atas nama Mansuri karena sudah jelas antara Desa Tanjung Baru dan Desa Burai berbeda wiliyah dan Kecamatan.” Jangan oleh karena kesalahan ATR/BPN banyak pihak yang dirugikan,” tegas Yongky.

Sementara itu, Kepala BPN Manatar Pasaribu, saat dikonfirmasi di via Whatsappnya terkait hal tsb” Rabu, (15/07) mengatakan, Terhadap apa yang disampaikan atas permasalahan Sdr. M. Rusli dan M. Zen, oleh LAIBPAN SUMSEL melalui Sdr. Yongky. “Memang benar mereka sudah melayangkan surat kepada Kantah BPN OI, akan keinginan nya untuk mendaftarkan haknya dan kami pun telah membalas surat tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku agar ybs melengkapi persyaratan, memasang patok tanda batas, menyetor PBNBP dan kondisi fisik dikuasai pemohon ( fisik CLEAN and CLEAR).

“Terhadap apa yg disampaikan oleh Sdr. Yongki, tentang permasalahan tanah Sdr. Rusli M. Zen, kami belum dapat memberikan keterangan karena Kantah Kab. OI belum ada melakukan kegiatan apapun atas permohonan Sdr. Rusli dan M. Zen.

Jika memang ada masalah atas tanah tersebut dengan siapapun, silakan diselesaikan terlebih dahulu akan permasalahannya tersebut,” pungkanya Kadin BPN OI.

Penulis : Fideil Castro
Publisher: Sayadi H

%d blogger menyukai ini: