Diduga Sumur Bor Desa Terbangiang Kec. Bandar Petalangan Dari Anggaran Tahun 2020 Isarat KKN

PELALAWAN,. Lintasnusantara. net Sungguh tidak disangka Pemerintah Desa Terbangian Kecamatan Bandar Petalangan kabupaten Pelalawan riau yg dilokasikan Dana pembiayaan pembangunan Sumur Bor Anggaran 2020 terkesan penggelembungan dan syarat KKN.

Terungkapnya kasus dugaan penggelembungan dana Desa ini dalam Bangunan (Pembuatan) Sumur Bor Ditemukan ketika Tim Media ini melakukan investigasi di wilayah Desa Terbangiang terkait pelaksanaan program pembangunan Desa di wilayah itu.

Pemantauan Tim Media ini di lapangan, berhasil menemukan salah satu unit Sumur Bor yang anggarannya dari anggaran Dana Desa Tahun 2020 yang dinilai tidak sesuai dengan biaya pembuatan yang dikerjakan dengan besarnya anggaran yang dialokasikan.

Sementara itu, sejumlah masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan Sumur Bor tersebut menyebut anggran yang diperuntukkan untuk pengerjaan Sumur Bor ini sangat tidak wajar jika menghabiskan Dana Desa sebesar Hampir Rp Delapan Puluhan juta kurang lebih, yang di peruntukan untuk 6 unit Sumur Bor.

Sejumlah narasumber yang tidak bersedia menyebut identitasnya ini kepada Tim wartawan, mengatakan. Program pembangunan di daerah ini disinyalir anggaran pembiaannya selalu di gelembungkan agar Kepala desa mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

“Kami berharap kepada Rekan-rekan wartawan tidak menuliskan nama kami dalam pemberitaan itu. Sebab mengingat Kepala Desa Terbangian ini sangat kenal dan dekat dengan kami,” ujar sejumlah narasumber ini.

“Sesuai pemantauan Awak media ini dilapangan terhadap pembangunan Sumur Bor yang dialokasikan didesa Terbangian kabupaten Pelalawan riau bersumber dari APBN Profinsi riau terlihat kondisi pembangunan tersebut dinilai tidak sesuai dengan anggaran yang tercantum, “ungkapnya.

Ketika awak media konfirmasi Kepala Desa Terbangiang, Johanes, melalui SMS lewat WhatssApnya yang nomor nya 0852-6545-7xxx tidak membalas atau menjawab. Dan malahan Kepala Desa ini Memblock nomor dari Wartawan ini. Sampai Berita ini di terbitkan, sehingga Berita ini naik sebelah pihak.** ( L 2N ).