Dinas Sosial Pelalawan Tinjau Lokasi Banjir Di Desa Lubuk Keranji Timur

PELALAWAN,. Lintasnusantara. net ~ Menanggapi laporan kejadian bencana banjir di Desa Lubuk Keranji Timur Kecamatan Bandar Petalangan, Kepala Dinas Sosial Pelalawan diwakili oleh Kabid Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Saiful, M, S.Sos meninjau lokasi banjir di desa Lubuk Keranji Timur tepatnya di Dusun 4 Logas pada Kamis (22/4/2021). Dalam kegiatan ini Saiful yang didampingi oleh Sekretaris Camat Bandar Petalangan Sabaruddin, M.Pd dan Tenaga Kesejahteraan Sosisl Kecamatan (TKSK) Bandar Petalangan Mustar Naini serta Tagana Bandar Petalangan Nandra Gontoni.

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Lubuk Keranji Timur Ahmad Afandi, SE banjir terjadi akibat tingginya curah hujan pada beberapa hari yang lalu sehingga menyebabkan 24 rumah milik warga Dusun 4 Logas Desa Lubuk Keranji Timur terendam banjir. “Banjir tersebut terjadi pada Minggu pagi sekitar pukul 03.00 subuh sampai dengan pukul 08.00 pagi. Banjir terjadi diakibatkan dari kanal yang terhubung dengan rawa yang berada di dusun logas tertutup sehingga air meluap dan merendam rumah warga di Desa Lubuk Keranji Timur yang berada di RT 10 dan 11 RW : 05 Dusun 4 Logas.

Selain itu kepala Desa Lubuk Keranji Timur Ahmad Afandi juga menyebutkan bahwa warga Desa Lubuk Keranji Timur Dusun 4 Logas yang terdampaak banjir tidak ada yang mengungsi dan tetap tinggal di rumah masing-masing.

Selanjutnya Kabid Linjamsos Dinas Sosial Pelalawan Saiful, M, S.Sos dalam arahannya menyampaikan rasa turut prihatin terhadap musibah banjir yang menimpa masyarakat Desa Lubuk Keranji Kecamatan Bandar Petalangan. “Saya mewakili kepala Dinas Sosial Pelalawan turut prihatin atas musibah bencana banjir yang menimpa masyarakat Desa Lubuk Keranji Kecamatan Bandar Petalangan ini dan semoga masyarakat yang terkena musibah selalu tabah dalam menghadapi cobaan ini. Saya juga berharap kepada masyarakat yang terdampak banjir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan karena yang namanya bencana alam bisa datang kapan saja tanpa memberi tahu.” kata Saiful Mengahiri ***

(Adri/Rilis)