Direktur Media Nasional Lintas Nusantara Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Bagi Agama Hindu

Jember, lintasnusantara.net – Tanggal 14 Maret adalah hari yang paling ditunggu tunggu oleh umat yang beragama Hindu di tahun 2021 ini. Pasalnya, di tanggal tersebut umat Hindu merayakan Hari Raya Nyepi.

Hari Raya Nyepi merupakan hari raya umat beragama Hindu yang hanya dirayakan setiap tahun Baru Saka yang jatuh pada tanggal pertama bulan ke-10 dalam kalender Hindu.

Di tahun 2021 ini, Hari Raya Nyepi jatuh pada hari Minggu tanggal 14 Maret.

Sebagai besar di Indonesia daerah yang paling banyak dihuni oleh umat Hindu adalah pulau Dewata Bali, sebagian umat Hindu Bali sudah mulai mempersiapkan diri menjalankan serangkaian persembahyangan.

Kemudian, di Hari Raya Nyepi umat Hindu pun akan melakukan catur brata penyepian selama 24 jam.

Nyepi sendiri mengandung sebuah dialog spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu, agar kehidupan selalu seimbang dan harmonis. Hal ini juga dilakukan agar ketenangan dan kedamaian hidup dapat terwujud.

Menilik sejarahnya, Hari Raya Nyepi sudah ada sejak tahun 78 Masehi berdasarkan kalender Saka. Hari Raya Nyepi ini adalah tahun barunya umat Hindu.

Berita Terkait:

Makna Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu sendiri adalah memohon kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) untuk menyucikan alam manusia dan alam semesta.

Selama Hari Raya Nyepi berlangsung tidak ada aktivitas yang di lakukan, biasanya jalanan akan sepi Bahkan pertokoan hingga bandara sekalipun akan tutup selama perayaan Hari Raya Nyepi.

Perayaan Hari Raya Nyepi mulai dirayakan oleh umat Hindu mulai matahari terbit (06.00 wita) hingga pukul 06.00 wita keesokan harinya. Pelaksananya Nyepi selama 24 jam ke depan, Selama hari raya ini, umat Hindu tidak diperkenankan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik selain yang bermanfaat bagi penyucian jiwa.

Di Hari Raya Nyepi, umat Hindu diwajibkan untuk melaksanakan tiga pantangan atau yang kerap disebut Catur Brata Penyepian.

Pantangan pertama disebut Amati Geni, yang berarti kamu tidak boleh menyalakan api baik itu api fisik maupun api dalam diri.

Pantangan kedua Amati Karya yang berarti tidak boleh bekerja. Dan pantangan terakhir adalah Amati Lelungan, yang berarti tidak boleh berpergian ke luar rumah.

Amati Lelanguan ini secara tidak langsung mengharuskan umat Hindu untuk tidak boleh bersenang-senang dengan menggunakan alat teknologi seperti musik, televisi, dan lainnya yang besifat menghibur.

Dengan melaksanakan ke tiga pantangan ini, umat Hindu diharapkan dapat berkonsentrasi dan fokus untuk kembali ke jati diri mereka.

Setelah melaksanakan ritual Nyepi sleama 24 jam, biasnaya umat Hindu akan melakukan ritual Ngembak Geni yang mengartikan bahwa umat Hindu boleh melakukan aktivitas seperti biasa lagi.

Baca Juga:

Ritual ini dilakukan dengan mengunjungi kerabat ataupun saudara untuk mesima krama, bertegur sapa sambil mengucapkan selamat hari raya dan saling memaafkan.

Di hari setelah perayaan Nyepi ini biasanya begitu ramai dan riuh. Meskipun terkesan meriah, warga setempat di Bali lebih memandangnya sebagai ritual yang sacral. Hal ini berguna untuk menolak bala yang sudah dijalankan secara turun temurun.

Menariknya lagi, Majelis Keagamaan di Bali meminta operator seluler untuk mematikan internet selama perayaan Nyepi berlangsung.

Hal ini pun disetujui oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika. Meskipun demikian, internet masih dapat dioperasikan di kantor polisi dan rumah sakit guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.