Nasional Ogan Ilir

Dugaan Aset Eks Material Milik Sekolah SDN 1 Kadisdikbud Angkat Bicara

Ogan Ilir, lintasnusantara.net – Dugaan Aset Eks Material “Pengamanan” eks bahan bangunan milik SDN 01 Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud Ogan Ilir-Sumsel) akhirnya Angkat Bicara.

Kadisdikbud OI, Dicky Syailendra melalui Sekretaris Disdikbud OI Sayadi mengatakan, telah jelas sebagaimana isi surat edaran yang dikeluarkan bahwa mengenai aset eks material sekolah adalah milik Sekolah.

Bukan milik Kepala Sekolah maupun pihak ketiga atau rekanan, yang pada akhirnya hasil lelang akan diserahkan ke Kas Pemda Kabupaten Ogan Ilir.

“Sebelum pembongkaran, dilakukan penilaian terhadap sekolah atas bahan material atau bangunan oleh tim dari Bidang Aset BPKAD OI.

Mengenai aset eks material sekolah yang sudah dibongkar tidak boleh dikuasai secara pribadi. Mungkin tindakan itu merupakan kesepakatan bersama antara kepala sekolah dan rekanan untuk pengamanannya.

Yang jelas, bagi siapapun yang ”mengamankannya”, dialah yang harus mengembalikan hasil lelang ke Kas Pemda OI”, kata Sayadi saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (1/11).

Masih kata Sayadi, ”pengamanan” aset yang dalam hal ini diduga dilakukan oleh rekanan, itu artinya pihak rekanan yang bertanggung jawab atas pengembaliannya nantinya.

“Bila aset tersebut telah dilelang oleh mereka, secara otomatis mereka lah yang harus menyerahkan hasil pelelangannya ke Kas Pemda OI, bisa juga diserahkan kepada pihak Sekolah lalu Kepala Sekolah yang menyerahkan uang hasil pelelangan ke Kas Pemda Ogan Ilir”. Ujarnya.

Sayadi menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan mengenai aset eks material sekolah yang direhabilitasi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir dan memastikan bahwa aset itu milik sekolah.

Tidak boleh dikuasai untuk kepentingan pribadi baik oleh Kepala Sekolah maupun Rekanan. Untuk aset yang dilelang merupakan milik Pemda, dikembalikan ke Kas Pemda menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Ogan Ilir, pungkasnya Sayadi kepada media ini. (F’c)