Menu Tutup

Edy Rahmayadi : Bupati, Walikota Diminta Segara Realokasi Anggaran Covid-19, Terkelin : Pemda Karo Butuh APD dan Rapid Test

Tanah Karo, Lintasnusantara.Net

Dalam mengantisipasi penyebaran wabah  virus corona disase (covid-19) yang merupakan bencana non-alam pemerintah propinsi  Sumatera Utara  menggelar video conference dengan Pemkab Karo dan sejumlah Kabupaten /Kota se-sumut , sekaligus mengecek  kesiapan setiap daerah, selasa (24/3) pukul 14.00 wib di ruang Smart City kantor Bupati Karo.

Dalam videoconference tersebut Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH bersama Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal, Sekda Drs Kamperas Terkelin Purba, Ketua Gustu Ir Martin Sitepu, Kadis Kesehatan drg Irna Safrina Meliala, secara bersama sama mendengarkan pesan dan intruksi Gubernur Sumatera Utara Edy.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dalam pesan melalui videoconference mengatakan dalam waktu dekat ini ada 4000 TKI akan dikembalikan ke sumut dari berbagai negara, untuk itu agar setiap daerah memantau para TKI ini, dalam menekan penyebaran Covid-19, ujarnya.

Jujur, kata Edy sebenarnya untuk menghalau dan memutus jaringan mata rantai penyebaran virus Covid-19 yang paling efektif berdiam dirumah, tidak melakukan aktifitas kemana mana, disamping itu kurangi kegiatan sifatnya silaturahmi, tuturnya.

Selain itu, Edy menegaskan segera pedomani beberapa point dalam menyikapi Percepatan penanganan Covid-19 setiap daerah, ini menjadi perhatian yaitu :

1. Wabah virus Corona disease (covid-19) belum bisa diperkirakan kapan berakhir.

2. Realokasi anggaran secepatnya, dan lakukan penggeseran APBD, pedomani aturan dan kordinasikan dengan Forkopimda dan segera bahas bersama DPRD daerah.

3. Lakukan pendataan, setiap daerah terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19 dan,
4. APD (Alat pelindung diri) dari pemerintah pusat untuk sumut dibantu 175 ribu.

Disamping itu, Rapid Test 3600 sumut terima dari pusat, untuk itu semua ini baik APD akan kita drop kedaerah, namun dia meminta agar setiap daerah selektif menggunakan APD ini, mengingat barang tersebut sulit untuk memperolehnya, begitu juga Rapid Test, akan kita distribusikan bagi daerah yang berpotensi, jelas Edy.

Edy menambahkan, bahwa Rumah sakit di medan sudah kita persiapkan menampung pasien yang akan di isolasi, sementara season pertama 500 room, lalu season kedua 500 room lagi, katanya.

Walaupun demikian, dia berharap tidak ada  pasien yang akan menempati ruang isolasi yang telah disiapkan ini, untuk itu setiap bupati /walikota kita berikan bertanya, ucap Edy.


PEMKAB KARO BUTUH APD
Dikesempatan yang  ada Bupati Karo Terkelin Brahmana, SH, MH mengatakan saat ini Kabupaten Karo membutuhkan APD ( Alat pelindung diri) dan rapid Test , dan mohon dukungan pak gubsu mendistribusikan ke Kabupaten Karo dan kedua terkait pemulangan TKI yang berjumlah 4000 orang, apakah tindakan Karo kedepan untuk antisipasi masuknya ke wilayah Karo, sebutnya.

Diwaktu yang sama Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali  menjawab, bahwa terkait APD dan Rapid Test akan kita salurkan, soal banyaknya nanti kita tentukan kemudian, ujarnya.

Mengenai masalah 4000 TKI yang akan pulang ke Sumut, perlu peran aktif  Pemkab Karo kedepan dengan lakukan kordinasi dengan pihak imigrasi, apakah diantara TKI yang pulang ada berdomisili Wilayah Karo, disini perlu kordinasi dan pengawasan, mendengar tersebut Bupati Karo Terkelin Brahmana lalu merespon dan mengatakan akan segera berkoordinasi dengan  pihak  Imigrasi. Katanya di akhir video conference.(eg/Team Linus)

Posted in Uncategorized

%d blogger menyukai ini: