Menu Tutup

Forkompimda Bondowoso Video Confrence Bersama Presiden RI Ir. Joko Widodo

Posted in Bondowoso

BONDOWOSO, Lintasnusantara.net – Vidcon (Video Conference) bersama Forkopimda Bondowoso dengan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan Unsur Forkopimda Prov. Jatim dalam rangka terkait penanganan Covid-19 bertempat di Peringgitan Pendopo Bupati Bondowoso Kel. Blindungan Kec/Kab. Bondowoso, Kamis (25/6).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bondowoso KH. Drs. Salwa Arifin, Wakil Bupati Bondowoso H. Irwan Bachtiar, SE., M.Si, Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz, S.I.K.,M.Si, Ketua DPRD H. Ahmad Dhafir, Sekda Bondowoso, H. Saifullah S.E, M.Si, Kasdim 0822 Bondowoso Mayor Inf Irawan Setyadi, SH, Kajari Bondowoso Hj. Unaisi Hetty Nining, SH.,MH, Kadinkes Kab. Bondowoso dr. Moh. Imron M. Kes, Direktur RSU Koesnaedi Bondowoso, dr. Yus Priatna A. Sp. P, dan Kepala Bappeda Bondowoso Dra. Hj. Farida, serta Kepala BPBD Bondowoso Ir. Kukuh Trihatmodjo, MM.

Dalam arahan dari Presiden RI Bpk. Ir. Joko Widodo mengatakan, “Kita semua agar memiliki perasaan yg sama karena kita menghadapi krisis kesehatan juga krisis ekonomi dan ini tidak hanya dialami Negara Indonesia saja akan tetapi semua negara di dunia mengalami hal yg sama.

Bahwa krisis ekonomi global saat ini betul-betul ada dan IMF sudah memprediksi dalam negara-negara maju akan mengalami penurunan ekonomi global dan semua akan terganggu.

Dunia berubah pada krisis ekonomi yg lebih berat dari tahun 1930, dalam mengatasi permasalahan saat ini kita tidak bisa hanya mononton menangani kesehatan akan tetapi lupa dengan permasalahan ekonomi. Oleh karena itu kita harus bersama-sama dalam menangani kesehatan dan ekonomi.

Dalam penanganan Covid-19 di Jatim pengendaliannya betul-betul dilaksanakan bersama-sama dan terintegrasi sesuai dengan unit-unit yang dimiliki, mulai dari Provinsi sampai dengan yg ada di kampung.

Dalam penanganan Covid-19, harus sinergikan antara RS Darurat dengan RS Rujukan, sehingga pasien tidak menumpuk pada salah satu RS sedangkan RS yg lain masih banyak yg kosong. Oleh karena itu dalam penanganan Covid-19 harus disinergikan dengan baik.

Mengajak kepada para tokoh, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dalam mensosialisasikan tentang pentingnya disiplin menjaga kesehatan dan protol Covid-19.

Dalam membuat kebijakan agar tetap selalu merujuk data yg benar dan harus mendengarkan atau masukan kepada para pakar perguruan tinggi.

Disiapkan perencanaan dalam setiap kegiatan dan perlunya disiapkan antisipasi sesuatu yg tidak terduga, sehingga apabila ada hal sesuatu terjadi yg jelek maka kita sudah siap, tuturnya. (Nur/Edi S)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: