Gobak Sodor Bondowoso Terancam Bubar Karna Akan Ada Revisi Perbub Nomer 50 Tahun 2020

Bondowoso, lintasnusantara.net – Saat sekarang Kota Bondowoso masih berstatus berisiko sedang atau zona oranye, pemerintah ingin memperinci dan mempertegas tentang aktivitas apa saja yang dilarang selama menjalani fase tatanan pola hidup baru.

Pertandingan Gobak Sodor sempat dilarang, bahkan aparat kerap membubarkan secara paksa, karna penindakan itu tidak merata di setiap Kecamatan, warga tetap tak mengindahkan larangan pemerintah, sehingga warga kembali menggelar pertandingan yang memicu kerumunan itu.

Akhirnya Pemkab Bondowoso akan revisi Perbup Nomor 50 Tahun 2020 tentang pedoman penerapan tatanan pola hidup baru, Salah-satun poin tambahannya adalah larangan menggelar pertandingan gobak sodor.

Kalaksa BPBD Bondowoso Kukuh Triatmoko melalui Sekretaris BPBD Adi Sunaryadi mengatakan, di Perbub yang baru telah diterangkan secara terperinci jika gelaran pertandingan gobak sodor dilarang.

Menurutnya, revisi tersebut sebagai penyempurna Pasal 15 mengenai larangan kegiatan perlombaan olahraga.

Gobak sodor di Perbup 50 tidak disebut. Yang disebut hanya kegiatan olahraga dilarang. Padahal sodor bukan olahraga. Karena sementara gobak sodor bukan cabang olahraga. Revisi Perbup itu secara tegas kegiatan gobak sodor dilarang karna dengan adanya covid-19,” Tegasnya, Kamis (12/11/2020).

Adi menjelaskan, revisi atas Perbup No 50 tersebut dilakukan lantaran pergerakan jumlah penderita Covid-19 terus bertambah, dan saat ini Bondowoso masih berstatus berisiko sedang atau zona oranye.

Melalui perbaruan Perbub, pemerintah ingin memperinci dan mempertegas tentang aktivitas apa saja yang dilarang selama menjalani fase tatanan pola hidup baru.

“Kita revisi karena melihat potensi pergerakan jumlah penderita Covid-19 naik kembali, orenye lagi. Satgas melihat kesadaran masyarakat merasa aman-aman saja. Makanya kita revisi dulu perbub nomer 50 tahun 20202, sebelum jumlah penderita covid-19 naik, Ini cara kita untuk dapat menekan jumlah penyebaran Covid-19.” Ungkapnya.

Saat ini Perbub tersebut masih diproses oleh Bagian Hukum Pemkab Bondowoso untuk kemudian dikirim kepada biro Provinsi Jawa Timur. Diprediksi dalam bulan ini sudah dapat disahkan untuk kemudian diberlakukan, “Mudah-mudahan bulan ini sudah disahkan,” Katanya.

Penulis : Team LiNus/Nur
Publisher: Sayadi H

%d blogger menyukai ini: