Menu Tutup

Heboh!! Baru Seumur Jagung Ditunjuk, Pjs Bupati OI Diduga Sudah Berani Menabrak Aturan Mentri Dalam Negri No : 13 tahun 2006

Lintas Sumsel Selasa 30, SEPTEMBER 2020

Posted in Ogan Ilir

Indralaya — Ogan Ilir-Sumsel – Lintasnusantara.net – Baru seumur jagung ditunjuk menjadi Pjs Bupati Kabupaten Ogan Ilir oleh Gubenur Sumsel, Aufa Syahrizal SP,. MSc sudah berani menabrak aturan, Mentri dalam Negri No : 13 tahun 2006 yang berkaitan dengan surat dikeluarkan beliau pada tanggal 29 september 2020 No:800/078/III/2020. Perihal : Rekomendasi Pencairan dipemerintahan Kab. OI.

Wakil ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Wahyudi,ST dari fraksi PDI perjuangan mengatakkan, Pjs Bupati ini termasuk golongan orang yang salah minum obat dan kurang minum Aqua, ” menurutnya, bukanlah Bupati definitif hanyalah seorang Pjs Bupati saja, yang hanya menjalankan tugas selama Bupati definitif (Cuti) selama 2 bulan masa kampanye, ” ucapnya.

“Belum berakhir masa jabatan nya, surat yang dikeluarkan oleh Pjs Bupati Sdr Aufa Syahrizal SP,. Msc tersebut, jelas sudah menabrak aturan yang dikeluarkan oleh Mentri dalam Negri No : 13 tahun 2006 tentang pedoman pengolahan keuangan daerah, ” jelas wahyudi.

Ia juga menerangkan, Bupati definitif saja Patuh, terhadap Permendagri No : 13 tahun 2006 dengan Mengeluarkan Perbup No: 63 tahun 2018 turunan dari Permendagri No :13 tahun 2006, lagian seorang Pjs Bupati mengeluarkan surat tanpa ada tembusan ke DPRD kabupaten Ogan Ilir sebagai mitra pemerintahan daerah kabuapten Ogan Ilir ini kan Aneeh ? Ada apa ?.” terangnya.

Menurut Wahyudi, ST Permendagri No:13 tahun 2006 pada pasal 5 ayat 3, point A : kepala daerah selaku pemegang kekuasaan pengolaan keuangan daerah melimpahkan sebagian atau seluruh kekuasaan nya kepada seketaris daerah selaku koordinator pengolahan keuangan daerah. Pada Point B : kepala SKPKD selaku PPKD dan Point C : kepala SKPD selaku pejabat pengguna anggaran/pengguna barang.

“Surat yang dikeluarkan oleh Pjs Bupati Ogan Ilir Sdr Aufa Syahrizal SP, Msc, ” menunjukan ketidak pahaman seorang Birokrasi dalam tata kelola pemerintahan daerah, seharusnya dan sebaiknya seorang Pjs Bupati melakukan kerja-kerja yang sudah dilaksanakan oleh Bupati Definitif bukan mengeluarkan (Surat Sakti), oleh karena itu kita akan memanggil saudara Pjs Bupati terhadap surat yang telah dikeluarkan tersebut, apa maksud dan motif dari surat tersebut, ” terang wahyudi.

Wahyudi, ST juga menambahkan, surat yang dibuat oleh Pjs Bupati Sdr Aufa Syahrizal SP,. Msc, itu bukan menjadi landasan hukum dan tidak wajib untuk dipatuhi, selain menabrak Perbup No : 63 tahun 2018 dan Melanggar Permendagri No 13 tahun 2006 seperti yang saya uarikan diatas, juga bisa membuat keresahan dan kegaduhan di Pemkab. Ogan Ilir, ” ungkapnya.

Wahyudi, Menegaskan, DPRD Kabupaten Ogan Ilir akan berkirim surat Ke Gubernur Sumsel dan Mendagri hingga sampai kepada Presiden RI, tentang prihal tersebut.” Tungkasnya wahyudi dengan tersenyum dingin. (tim)

Posted in Nasional

%d blogger menyukai ini: