Ide Brilian Ketua MKKS Kab. Tangerang, Transformasi Pendidikan New Normal

Tengarang, lintasnusantara.net – Masuknya pandemi Corona Virus Dieses 19 (Covid 19) sejak awal 2020 di Indonesia, tak dapat di hindari kenyataannya.

Tak terlepas pula dampak yang telah di rasakan ke beberapa sektor Negara, diantaranya yakni Bidang Pendidikan, melalui komite kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) seKabupaten Tangerang melakukan Transformasi Pendidikan berbasis digital 4.0, (16/10/21).

Dasar innovasi pendidikan berbasis tehnologi, bermula pada saat masuknya tahun ajaran baru pada Juni 2020, yang mana pada saat Pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran 15/2020, mengharuskan peserta didik untuk belajar dari rumah dengan cara belajar online atau Dalam jaringan (Daring).

Kemudian di tanda tangani kebijakan tersebut oleh 4 (Empat) Kementrian, yakni Mentri Dalam Negri, Mentri kesehatan, Mentri Pendidikan dan Mentri Agama.

Ketua Majelis Komite Kepala Sekolah (MKKS) seKabupaten Tangerang, H. Wawan Setiawan mengatakan, “Berawal sejak tahun ajaran baru tahun 2020, kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat edaran 15/2020 mengenai belajar di rumah (BDR).

Kemudian di tanda tangani oleh 4 kementrian, Mentri Dalam negri, Mentri kesehatan, Mentri Pendidikan dan satu lagi Mentri Agama, sehingga mengharuskan pula kesehatan warga di sekolah yakni melalui vaksinasi,” Ungkapnya.

Pria yang Sangat Familiar di mata awak media dan lebih akrab di sapa Wawan Rambo ini pun menambahkan, Seiring berjalannya waktu, lika liku pendidikan di Kabupaten Tangerang memotivasi Para kepala sekolah berinovasi agar tak terputusnya Dunia pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

“Seiring berjalannya Waktu, pandemi belum berakhir hingga pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro, sampai pada akhirnya dinyatakan Zona Kuning, lalu pemerintah pusat memberikan SKP kepada Pemerintah daerah masing-masing, melalui Sekda Kabupaten Tangerang yakni belajar tatap muka,” Imbuhnya.

Lanjut Wawan mengatakan mekanisme dan teknis pembelajaran tatap muka untuk Sekolah, dirinya menjelaskan, “Untuk Pembelajaran tatap muka, kami awali di SMPN 2 Tigaraksa dengan simulasi, dan kami berlakukan Sistem belajar Shift dengan durasi Waktu 2 jam, dan dengan Protokol kesehatan (Prokes) yang ketat, kemudian kami juga tetap memanfaatkan tehnologi berbasis digital guna untuk memudahkan proses belajar mengajar,” Jelas.

Selama masa PPKM Mikro Level 3 dan berstatus Zona Kuning, dunia pendidikan masih sangat rawan sebaran Covid-19, maka dari itu Wawan Rambo berpesan kepada para Wali murid, agar tetap memperhatikan Prokes sesuai anjuran pemerintah dan juga menerima kondisi metode pembelajaran sistem Digital.

“Harapan saya sekarang ini terkait pendidikan melalui digital, agar mau ataupun tidak, siap ataupun tidak. Orang tua harus siap dengan tehnologi sekarang ini, karna memang keadaannya yang mengharuskan kita seperti ini, semua itu dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya,” Pesan Wawan di Kantornya SMPN 2 tigaraksa.