Menu Tutup

Info Penting Masuk Bali Mulai 28 Bulan Mei, Baca Selengkapnya

Posted in Bali

Masuk Bali, Di Wajibkan Punya Surat Kesehatan Bebas Covid-19, Lewat Udara Atau Darat

Bali – lintasnusantara.net – Berdasarkan surat edaran nomor 10925 tahun 2020, Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Bali akan mewajibkan surat kesehatan bebas Covid-19 bagi setiap wisatawan yang hendak ke Pulau Bali, dan di berlakukan mulai 28 Mei 2020 mendatang.

Pemprov Bali akan mewajibkan surat kesehatan bebas Covid-19 berbasis Polymerase Chain Reactio (PCR) atau SWAB bagi orang yang masuk ke Pulau Dewata melalui udara dan darat.

Surat keterangan hasil negatif Covid-19 baik SWAB dan rapid test ini memiliki masa berlaku maksimal 7 hari sebelum tiba di pintu masuk wilayah Bali.

“Mengimbau masyarakat Bali untuk mentaati peraturan tersebut dengan penuh disiplin sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19i,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5).

Lanjut Dewa, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali, mengatakan bahwa orang yang masuk ke Bali harus mengisi formulir aplikasi di https://cekdiri.baliprov.go.id.

Situs tersebut akan memberikan QR Code untuk diberikan kepada petugas dalam proses verifikasi.” Ungkapnya.

Melalui surat edaran itu, Pemprov Bali juga mengimbau pimpinan manajemen angkutan laut dan udara untuk menunjuk petugas verifikasi terhadap hasil negatif dari uji tes Covid-19 serta formulir aplikasi dan QR Code.

Tim medis melakukan tes cepat Covid-19 terhadap warga dalam penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di pos pantau perbatasan Penatih, Denpasar, Bali.

Tes cepat yang digelar di delapan titik pos pantau perbatasan Denpasar, para pekerja yang bertugas keliling menyisir warga yang datang dari luar pulau Bali atau kawasan zona merah, bagi warga yang suhu tubuhnya melebihi 38 derajat celcius sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19.

Di semua Pintu masuk Bali diperketat, pelaku perjalanan melalui angkutan udara dan darat wajib jalani uji Swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan hasil negatif.

Gubernur Bali I Wayan Koster mangatakan langkah ini sebagai upaya penanganan terhadap Covid-19 di Pulau Dewata, dan sesuai dengan berlakunya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Nomor.4/2020 Tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam, Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Covid-19 di Bali mencapai perkembangan yang baik, pencapaian ini harus dijaga dan ditingkatkan,” kata Koster melalui Surat Edaran Pengendalian Penumpang pada Pintu Masuk Wilayah Bali, Kamis (21/5/2020).

Selain melalui angkutan udara, pelaku perjalanan penyeberangan dan angkutan laut juga diwajibkan untuk menjalani rapid test dengan hasil negatif yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah atau Pemerintah Daerah serta rumah sakit lain yang dirujuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.” Ujarnya.

Untuk teknis pelaksanaan, pelaku perjalanan diwajibkan memiliki surat keterangan hasil uji swab atau rapid test saat membeli tiket pesawat udara, angkutan penumpang, penyeberangan, dan angkutan laut. Selanjutnya petugas khusus akan melakukan verifikasi yang telah ditunjuk.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto R menuturkan telah melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja terkait di Bandar Udara baik Operator Penerbangan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) maupun Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bandara.

“Kami menyambut baik dan mendukung apa yang menjadi kebijakan dari Pemprov Bali tersebut,” jelasnya.

Tambah, Untuk semua pelaku perjalanan yang berencana ke Bali diwajibkan mengisi form aplikasi terlebih dahulu yang telah diakses pada alamat https://cekdiri.baliprov.go.id. Terakhir, QRCode yang diperoleh setelah mengisi aplikasi ditunjukkan ke petugas verifikasi.” Tutupnya.

Penulis : Team Linnus
Publisher: Sayadi H

Related Posts

%d blogger menyukai ini: