Jangan Bodohi Masyarakat Majasari yang Sudah Kritis dan Kompak

Serang, lintasnusantara.net – Jangan Bodohi Masyarakat Desa Majasari Kecamatan Jawilan Kabupaten Serang Provinsi Banten, adalah salah satu desa yang akan ikut serta melaksanakan pesta demokrasi pemilihan kepala desa serentak, se Kabupaten Serang masa bhakti periode 2021-2027

Mengklarifikasi pemberitaan yang terbit Harman, sapaan akrabnya Cakades.(Calon Kepala Desa) Nomor 1, mengatakan, Jangan Bodohi Masyarakat Majasari, “Sangat di sayangkan, terkesan ada indikasi unsur ujaran kebencian, yang bisa berdampak pada pasal pelanggaran “Dalam UU ITE Pasal 28 Ayat 2 disebutkan”.

Setiap orang dilarang, dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan, untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu, berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

“Kita mengacu ke aturan hukum yang berlaku, sebagai dasar regulasi.

“Dalam masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) seperti sekarang ini, yang dampaknya ke perekonomian masyarakat, tidak perlu kita meruncing ke argumen yang bisa timbul konflik.

Ayo bersama sama bergotong royong untuk kesuksesan hajat pemilihan Kepala Desa Majasari masa bhakti periode tahun 2021 ~ 2027.

Kalaupun ada persaingan dalam suatu kompetisi, laksanakan persaingan dengan sehat, dewasa dan profesional,” harap Herman

“Yang terpenting masyarakat, khususnya masyarakat desa Majasari selalu di berikan kesehatan agar di pesta demokrasi pemilihan kepala desa yang pelaksanaanya insya allah dalam waktu dekat ini, yaitu tanggal 31 Oktober, bisa berjalan lancar, aman dan damai tanpa ada gangguan atau musibah apapun.

Sehingga masyarakat bisa nyaman menentukan pilihannya, kepada calon yang di percaya dan Amanah untuk menata desanya menuju Majasari yang lebih baik

“Diharapkan kepala desa terpilih nantinya mampu menyampaikan segala bentuk aspirasi masyarakat, dan bisa mewakili masyarakat dalam upaya penyerapan kebijakan pemerintah.

Terkait program program pemerintah, untuk kesejahteraan masyarakat, baik pemerintah pusat, propinsi maupun daerah,” tutur Herman, menyampaikan harapan masyarakat desa Majasari, 25/10/2021

Lebih lanjut Suherman mengatakan “dimasa tenang menjelang Pilkades, bersama sama kita Ciptakan suasana demokrasi, yang nyaman, ayo bersama sama membangun desa Majasari agar lebih baik, kalah atau menang itu sudah hal yang biasa tidak perlu sakit hati atau kecewa dengan melampiaskan ke hal hal yang kurang dewasa.

Kalau siap berkompetisi, harus siap menerima segala bentuk resikonya, karena pemenangnya hanya satu, dan semua sudah tau itu, jadi harus bisa berjiwa besar, Raihlah kemenangan dengan cara cara yang cerdas, pintar, dewasa dan profesional,” pungkas Herman, menyampaikan pesan moralnya.

Sementara H Juhrawi, tokoh masyarakat bidang kepemudaan yang di temui awak media di rumahnya, desa Majasari Rt 12 Rw 02, mengatakan, masyarakat desa Majasari hidup rukun, tentram, aman dan damai.

Saya berharap semua pihak jangan sampai lepas kontrol, bersainglah secara sehat, semua masih saudara se desa, tidak perlu saling menjatuhkan, semua punya kwalitas yang berbeda, masing masing calon Kades (kepala desa) ada kelebihan dan kekurangan.

Soal pemberitaan loker di salah satu pabrik, itu soal kemampuan kemitraan yang mungkin sudah lama terbangun, wajar saja kalo Suherman selalu membantu warga masyarkat desa Majasari.

Yang memohon dengan etika kekeluargaan datang ke rumahnya, tanpa tebang pilih, yang menentukan di terima tidaknya, itu kewenangan pihak pabrik, Suherman sifatnya hanya membantu memohonkan. Tutur H Juhrawi

Lanjut Juhraw, itu soal kemampuan Suherman yang sudah terbukti dan teruji, mampu menjembatani masyarakat dalam hal pekerjaan, disamping hal hal kemasyarakatan lainya, itu hanya satu contah. Pungkas H Jahrawi.25/10/2021

Sementara Sofyan Anggota Wadah Jurnalist PPWI (Persatuan Pawarta Warga Indonesia) yang juga Senior Wartawan, yang sudah berpuluh puluh tahun menjalani profesi jurnalis, di temui awak media di kecamatan Jawilan mengatakan, yang saya kenal, Suherman selama menjabat mnjadi kepala desa periode sebelumnya, cukup kooperatif dengan siapapun, dewasa dan profesional dalam menjalankan Tupoksinya (Tugas Pokok dan Fungsinya) sebagai kepala desa.

Dalam pemerataan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, kalaupun ada pemberitaan yang kurang obyektif, itu hak temen temen wartawan dalam melakukan tupoksinya.

Kita bisa menilai kwalitas wartawan dari pemberitaan itu, minimal memenuhi syarat standar berita yang sudah di pahami semua rekan wartawan. Ungkapnya.

Lebih lanjut Sofyan mengatakan, sekarang sudah jaman Regulasi, kalaupun ada pemberitaan yang berindikasi ujaran kebencian, Pimpinan Redaksilah yang bertanggung jawab, jadi kita tidak perlu mempersoalkanya. Tutur Sofyan.

(Mular)