Menu Tutup

Kasus 86 Polsek Medan Area Akhirnya Terkuak

Posted in Medan

Medan Area – Lintasnusantara.net – Setelah menjadi perdebatan dibeberapa media pada beberapa hari ini tentang 86 kasus judi . Menurut Kapolsek Medan Area KOMPOL Faidir Chan menerangkan pada semua awak media yang mencoba klarifikasi pemberitaan yang viral tersebut mengungkapkan tidak ada menerima dana dari para penjudi yang tertangkap, namun akhirnya semakin menguakan kebenaran yang seharusnya Kapolsek Medan Area tutupi.

Ini terbukti dari pengakuan dari klarifikasi Kapolsek bersama Kepala Cabang Bratapos,Fahmi Handrianto mengungkapkan fakta terbaru berasal dari Kapolsek Medan Area itu sendiri.

Wartawan yang juga kepala cabang Media Bratapos mempertanyakan “apakah ada anda menuliskan kata kata bahwa anggota Polsek Medan Area meminta uang sejumlah 6,5 juta?”.
Tanya Handrianto kepada Roy Nasution sebagai sesama awak Media. “tidak ada tulisan menyatakan nominal dana atau uang dalam kasus talas tersebut” terang Roy Nasition memperlihatkan screenshot berita dimedianya.
Disinilah kebohongan dari Kapolsek diuji.Sebab Kapolsek sendirilah yang mengungkap dan mengatakan jumlah nominal dana Talas tersebut.

Menurut Mulya Koto selaku Ketua DPW BAIN-RI Sumut yang ditemui pada minggu (05-07/2020 ) mengatakan bahwa “keterangan Kapolsek Medan Area tersebut merupakan pernyataan yang sebenarnya terjadi, tulisan Kapolsek yang dikirimnya tersebut dapat menjadi acuan dan bukti kalau telah terjadinya transaksi untuk melepas ke lima orang penjudi tersebut, walaupun ternyata Kapolsek berkata tidak ada menerima uang dan awak media tempat Roy Nasution juga tidak ada menyebutkan tertulis nominal uang sebesar 6,5 juta.Tapi setidaknya Kapolsek sudah keceplosan dengan menyebut nominal uang tersebut”.terang Mulya Koto ketua Umum MPSU.

“Sesuai perintah Kapolri kepada seluruh Kapolda dan Kapolres serta jajarannya agar tidak anti terhadap wartawan, tetapi perintah tersebut sepertinya tidak di tanggapi oleh Kapolsek Medan Area KOMPOL.Faidir Chan”. Lanjut Mulya Koto.

Dimana sebelum berita tentang kasus Talas Polsek Medan Area viral di Sumatera Utara, awak media sudah coba mengkorfirmasi dan klarifikasi mempertanyakan kepada Kapolsek Medan Area, tetapi beliau tidak memberikan jawaban pasti,hingga akhirnya para awak media menaikkan berita tersebut dan mengirimnya kepada Kapolsek Medan Area.

Tetapi bukan jawaban yang didapat,malah Kapolsek langsung memblokir WA awak media dan mengadukan kepada PWI. Sedangkan sesuai UU yang ada bahwa apabila Kapolsek keberatan dengan pemberitaan tersebut maka Kapolsek dapat menggunakan hak tanya jawab dan bukan ujuk-ujuk membuat pengaduan. Hal ini lah memberikan gambaran sepertinya Kapolsek Kompol Faidir Chaniago SH.MH tidak mengerti aturan dan UU tentang Pers.

Kapolsek Medan Area juga sepertinya ingin memainkan gaya orba di zaman yang serba modern ini,Mulya Koto selaku Ketua DPW BAIN-RI Sumut menyatakan “Kapolsek Medan Area harus memahami aturan dan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia ini. Agar Kapolsek tidak terjebak dengan perkataan yang diucapkannya sendiri”. demikian kata Mulya Koto yang terkenal dekat dan ramah kepada awak media. (Roy)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: