Nasional

Ketua Bidang Kelembagaan DPP AWDI, Menyayangkan Aksi Brutal Anggota Polresta

A.Jaka Setiawan, Kabid Kelembagaan DPP AWDI.

Editor. LN

Tangerang, Lintasnusantara.net-Setelah beredar Vidio aksi brutal seorang Anggota Polresta Tangerang, membanting Mahasiswa yang sedang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang, menarik perhatian masyarakat, terutama para netizen, pasalnya insiden tersebut telah di ungggah di berbagai media sosial, sontak hal itu juga menjadi perhatian Jaka selaku, Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan Dewan Pimpinan Pusat, Assosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPP AWDI), 16/10/21.

Kejadian singkat berawal saat Mahasiswa sedang malakukan aksi unjuk rasa atas kekecewaannya kepada Bupati, dalam menangani Pandemi Covid-19 dan bertepatan pada HUT Kab. Tangerang di depan kantor Bupati, saat itu perwakilan mahasiswa ingin menemui orang nomer satu di kabupaten tangerang H. Ahmed Zaki Iskandar, kemudian dengan alasan lain hingga tidak bisa ditemui, yang berakhir ricuh dan saling dorong, hingga terekam kamera yakni salah satu anggota polisi yang mengamankan seorang dari pengunjuk rasa hingga membantingnya. Sangat di sayangkan sekali hal tersebut, karna yang seharusnya Polisi adalah Pelindung dan pengayom masyarakat, nyatanya tidak seperti slogannya.

Beberapa pekan lalu Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo menyampaikan Pesan kepada Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, agar jangan terlalu berlebihan dalam menghadapi suatu insiden yang berkaitan dengan masyarakat serta bertindak secara Humanis, kemudian Kapolri pun merespon pesan Presiden yang kemudian di sampaikan kepada jajaran Kapolda, Kapolres hingga Kapolsek, faktanya masih ada saja tindakan brutal anggota Polisi yang melakukan hal tercela itu.

Menurut Jaka Ketua bidang (Kabid) Hub Kelembagaan DPP AWDI, seharusnya Polri lebih mengedepankan sikap persuasif dan juga mengindahkan pesan Presiden dan juga Kapolri, namun mengapa masih ada saja anggota Polisi yang bertindak brutal kepada masyarakat.

“Sangat disayangkan aksi anggota polisi yang bertindak brutal dalam menghadapi pengunjuk rasa di depan gedung kantor Bupati, seharusnya polisi itu melindungi dan mengayomi masyarakat, agar masyarakat nyaman dan percaya dengan kinerja Polisi, bukan bertindak layaknya Preman, yang akibatnya menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat,” Ungkap Jaka di kantor DPP AWDI Jakarta.

Lebih lanjut Jaka mengatakan, Presiden pun juga telah menegur dan berpesan kepada Kapolri agar tidak terlalu berlebihan dalam penanganan, serta lebih Humanis kepada Masyarakat, sehingga masyarakat simpatik dan percaya kepada kinerja Polri.

“Beberapa pekan lalu Presiden Joko Widodo telah menegur Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, agar tidak berlebihan dalam menangani kejadian dilapangan, lebih mengedepankan sikap Humanis. Agar masyarakat simpati dan percaya dengan kinerja Polri,” Tandasnya.

(JK)