Kisah Tentang Manusia Penghuni Wilayah Kembangsarimas, Kencong, Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas, Wilayah Kencong Kota Tua

(Foto: Kunjungan Sdri Rossi mahasiswa jurusan Sejarah FKIP UNEJ, Hari Minggu 02 Mei 2021 – Lokasi Perpustakaan Boemi Poeger Persada)

@Y. Setiyo Hadi
Alfakir Pedagang Kopi Keliling
Boemi Poeger Persada

(Menelisik Ketuaan dari Wilayah Kencong Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur)

Kembangsarimas merupakan akronim atau singkatan dari Kencong, Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas, yaitu: nama nama lima wilayah Kecamatan di Kabupaten Jember bagian selatan barat (barat daya).

Wilayah ini merupakan dataran rendah di bawah 100 meter DPL yang subur untuk persawahan dan perkebunan, serta di bagian selatan terhampar lautan Indonesia yang luas dengan potensi perikanan laut.

Wilayah Kembangsarimas (Kencong, Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas) sebelum tahun 1900 merupakan wilayah dalam kesatuan Onderdistrict (Kecamatan) Kentjong dalam District (Kawedanan) Poeger bagian dari Afdeling (Kabupaten) Djember.

Wilayah ini memiliki potensi sumberdaya alam dan manusia yang berinteraksi di dalamnya.

Penggalian dan pengembangan potensi wilayah bisa diketahui dengan berbagai peristiwa penting yang terjadi di dalam wilayah tersebut (sejarah wilayah).

Sesungguhnya, sejarah (berbagai peristiwa pada masa lalu) yang sampai ke kita pada masa kini adalah kisah dan jejak-jejak peninggalan yang dapat ditelusuri dari kisah tersebut yang mengandung kebenaran (analisa logik).

Kisah-kisah dari masa lalu (sejarah-history atau Inggris-geschiedenis atau Belanda) memiliki manfaat bagi kehidupan masa kini dan masa depan, yaitu: informatif, instruktur, inspiratif, edukatif, dan rekreatif.

Penguraian tentang manfaat tersebut merupakan kunci pembuka dalam mengeksplorasi dan mengeksploitasi “Tambang Harta Karun Masa Lalu”.

Dengan memanfaatkan sebagai informasi, instruksi, inspirasi, edukasi, dan rekreasi maka terasa hasilnya bagi kesejahteraan bersama.

Kerangka manfaat dari kisah-kisah masa lalu ini diupayakan diterapkan dalam pengembangan “Kencing Kota Tua” dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi sejarah yang terjadi di wilayah Kembangsarimas.