Kodim 0822/Bondowoso Gelar Pembinaan Balatkom Dan Paham Radikal Ta. 2020

BONDOWOWO – Lintasnusantara.net – Paham komunis, meski sudah dilarang, namun masih berperluang menyebar di kalangan militer. Sehingga prajurit dan keluarga besarnya harus terus diberikan pemahaman guna mengantisipasi bahaya laten komunis (Balatkom). Hal tersebut disampaikan Dandim 0822/Bondowoso yang diwakili Kasdim Mayor Inf Irawan Setiadi, S.H., di sela-sela kegiatan sosialisasi kepada prajurit dan keluarganya, Rabu (8/7).

“Kami memberikan pemahaman dan mengingatkan prajurit serta keluarganya tentang bahaya komunisme,” ujar Kasdim 0822.

Pemahaman itu, lanjutnya, dikemas dalam bentuk sosialisasi tentang bahaya laten komunis, sehingga kewaspadaan yang tinggi di kalangan prajurit TNI AD tetap terjaga. Dengan demikian, mereka tak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya maupun propaganda yang dilakukan pihak komunis.

Kasdim 0822 menambahkan, sesuai Tap MPRS XXV/1966, penyebarluasan ajaran Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia dilarang oleh negara. “Sesuai produk hukum, semua bentuk kegiatan yang berhaluan komunis dan underbow-nya di Indonesia dilarang,” tegasnya.

Sementara itu, Pasiter Kodim 0822 Kapten Arm Yonaidi Desianto selaku pemateri menyampaikan, kebangkitan komunis di Indonesia secara nyata mereka lakukan dengan strategi secara terang-terangan maupun secara gerakan bawah tanah. “Strateginya dengan menyebarkan agitasi, propaganda, fitnah, kekerasan, adu domba dan menghalalkan segala cara,” ujarnya.

Ideologi komunis tetap dilarang hidup kembali di Indonesia. Tap MPRS XXV/1966 harus tetap dipertahankan. Komunis adalah musuh seluruh bangsa Indonesia, karena terbukti dua kali melakukan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia. Ia mengingatkan komunis sewaktu-waktu dapat mengancam bangsa Indonesia, karena komunis dalam perjuangannya tidak mengenal menyerah. “Prajurit TNI-AD harus mengambil langkah-langkah dengan meningkatkan Keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, tingkatkan wawasan kebangsaan, tingkatkan KTR, tingkatkan kesadaran masyarakat,” pintanya. (Nur)

Tinggalkan Balasan