Nasional

Lemahnya Pengawasan PUPR Serang, Akibatnya Kontraktor CV. Karang Putra Tampomas Leluasa Simpangkan BESTEK.

Kantor Dinas PU PR Kabupaten Serang.

Editor. Jaks

Serang, Lintasnusantara.net-Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan penyimpangan proyek pengecoran jalan yang menggunakan dana dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 di Desa Ranca sumur, kec. Kopo, Kab. Serang, telah mengundang perhatian beberapa Media dan juga reaksi Organisasi masyarakat (Ormas), pasalnya Pihak Kontraktor Jalan CV. Karang Putra Tampomas dinilai telah melakukan penyimpangan Bentuk dan Spesifikasi Teknik (BESTEK), dan Para pekerja yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sebagai Standar K3, (9/09/21).

Warga sekitar dan beberapa tokoh masyarakat pun kecewa dengan proyek insfrastruktur yang dimana anggaran pembiayaan tersebut bersumber dari Pajak yang di bayar masyarakat. Kendati demikian awak media juga mengkonfirmasi dengan pihak Muspika Kecamatan Kopo dengan adanya Proyek tersebut, lantas Camat kopo yang tidak ingin disebut namanya mengatakan agar mengklarifikasi langsung kepada dinas terkait.

“Langsung saja kedinas terkait, karena sekarang seluruh kegiatan Proyek, dikelola sama dinas”, Kata Camat kopo kepada awak media.

Tak puas sampai disitu, awak media pun juga mengkonfirmasi kepada Nina kepala Seksi Ekonomi dan Pembanguna (Kasie Ekbang) Kec. Kopo yang saat ini sedang menjabat sementara Kepala desa Mekar baru, melalui sambungan selular mengatakan tidak mengetahui adanya kegiatan proyek jalan.

“Saya tidak tahu, adanya kegiatan proyek pengecoran jalan lingkungan, di desa Ranca sumur,” Jelasnya Nina.

Seperti diketahui, kegiatan Proyek jalan Cor beton di desa Ranca sumur dengan Volume : Lebar 4 Meter, Panjang kurang lebih 245 Meter, Tebal jalan 15 Cm, dengan menggunakan mutu beton Fc 20, kemudian telah selesai dalam kurun waktu 6 hari pengerjaan, Fakta yang terjadi di lapangan tidak sesuai dengan RAB dan Spec yang ditentukan oleh kementrian dan juga Dinas PU PR, kabupaten Serang.

Jalan cor yang baru selesai, sudah dilalui kendaraan akibatnya jalan retak.

kegiatan jalan cor melalui Dinas PU PR Kab. Serang yang dinilai syarat penyimpangan, akibat lemahnya pengawasan, lantas bagaimana hal itu bisa sampai terjadi, padahal Tugas Pokok dan Fungsi pegawai Dinas untuk mengabdikan dirinya kepada bangsa, dan digaji melalui hasil Pajak dari Masyarakat. Hanafi Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Sekdis PUPR) ketika ditemui dikantornya Pada Senin (6/09/21), dirinya menjelaskan kepada awak media, dengan adanya penyimpangan Kegiatan Proyek jalan tersebut.

“Standar ukuran dari Kementrian PUPR, diantaranya Mutu beton Fc 20 dan ketebalan jalan 15 Cm itu di atas Standar ukuran kementrian, soal Kualitas mutu, hasil dan terkait beberapa Anggaran yang diduga tidak terserap sesuai RAB”, Ungkap Hanafi.

Lebih lanjut, Hanafi mengatakan. “Nanti ada Tim yang melakukan Audit, termasuk Tim dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Banten yang akan melakukan Verifikasi kelapangan”, Tutupnya.

Sampai berita ini di tayangkan pihak Dinas PU PR masih belum bisa memberikan agenda peninjauan dan pengujian di lapangan, (Berita sebelumnya telah tayang, Lintasnusantara.net CV. Karang Putra Tampomas di duga melakukan penyimpangan Bestek jalan cor desa ranca sumur).

(ML/JK)