Menu Tutup

Lestarikan warisan leluhur, Satgas Pamtas Yonif Raider 200/BN latih Anak perbatasan bela diri Pencak silat.

Posted in Nasional

Lintasnusantara.net, Jakarta, 7/9/20. Menjaga dan melestarikan warisan leluhur, para personil Satuan Tugas Pengaman Perbatasan (SATGAS PAMTAS) Republik Indonesia – Malaysia, batalyon Infantri (YONIF) Raider 200/BN melatih anak-anak perbatasan bela diri pencak silat. Hal tersebut di sampaikan Komandan Satuan tugas (DANSATGAS) mayor infantri Andy Irawan dalam keterangan tertulisnya di Long bangun, Kalimantan Barat (KALBAR), Minggu, 6/9/20.

Andi irawan mengatakan, ” Pencak silat sebagai salah satu cabang seni bela diri yang merupakan, bela diri asli warisan leluhur bangsa indonesia, banyak filosofi yang dapat di serap dari ilmu bela diri pencak silat ini”, ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan para pelatih silat perguruan IKS PI kera sakti, salah satunya yakni Serda Andre nofiana, ” Tujuan kegiatan ini, selain mengasah kemampuan yang sudah dimiliki oleh Prajurit, sekaligus menjalin tali silahturahmi dan juga untuk mengisi kegiatan, dengan hal Positif bagi kaum muda di perbatasan”, Tuturnya.

Beladiri IKS PI Kera sakti adalah Pencak silat yang beraliran kungfu, dan di bawah Naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Federasi Kungfu Indonesia (FKI), beladiri yang berdiri pada tahun 1980, Pendirinya adalah Alm. Raden Totong kiemdarto, dan termasuk salah satu perguruan pencak silat besar di Indonesia yang berpusat di Madiun Jawa Timur (JATIM). Andy irawan menyampaikan, ” Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena merupakan seni bela diri yang memiliki kombinasi antara pencak silat, dan kungfu kemudian juga di dukung dengan ajaran Spiritual (ilmu kerohanian)”, tuturnya

Red. Wawan nugroho

%d blogger menyukai ini: