Mengonfirmasikan Pencairan Gaji Ke-13 Untuk Aparatur Sipil Negara

Nasional – lintasnusantara.net – Mulai hari ini, Senin (10/8/2020). Di berlakun oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atau mengonfirmasikan pencairan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai negeri sipil (PNS).

Hal itu disampaikan oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Andin Hadiyanto, Sabtu (7/8/2020).

ASN dan PNS tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini PNS yang berhak mendapatkan gaji ke-13 hanya pejabat eselon III ke bawah. Artinya para pejabat negara, dan pejabat lainnya, serta pejabat eselon I dan II serta setingkat tidak mendapatkan.

Kemenkeu telah menuntaskan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) sebagai aturan turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2020 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Tunjangan, atau Penghasilan Ketiga Belas Tahun 2020.

Gaji ketiga belas di peruntukan kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pegawai Nonpegawai Negeri Sipil, dan Penerima Pensiun atau Tunjangan “PMK sudah selesai dan hari Senin dicairkan.” Ucap Andin.

Pencairan gaji ke-13 PNS tahun ini tidak meliputi tunjangan kinerja, Kemenkeu menyatakan, komponen gaji ke-13 tahun ini sama seperti pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) pada Mei Lalu.

Kemenkeu mengalokasikan anggaran gaji ke-13 2020 sebesar Rp 28,5 triliun. Total anggaran Rp 28,5 triliun tersebut terdiri dari Rp 14,6 triliun yang akan diberikan kepada PNS pusat termasuk TNI, Polri dan pensiunan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sementara Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). sebesar Rp 13,89 triliun diperuntukkan bagi PNS.

Sementara itu, tunjangan jabatan besarannya tergantung pada jabatan yang diemban PNS, PNS yang sudah memiliki suami atau istri mendapatkan tunjangan sebesar 5% dari gaji pokok, tunjangan anak yang ditetapkan sebesar 2% dari gaji pokok per anak dengan ketentuan maksimal tiga anak. adapun tunjangan PNS yang melekat sampai sekarang, yakni tunjangan anak dan tunjangan suami atau istri.

Berapa besarkah gaji PNS untuk golongan I sampai IV dan berapa hitungan gaji dari yang terendah hingga tertinggi.

Berikut Rinciannya:
I. Golongan I (lulusan SD dan SMP)
A. Golongan Ia: Rp 1.560.800 – Rp 2.335.800
B. Golongan Ib: Rp 1.704.500 – Rp 2.472.900
C. Golongan Ic: Rp 1.776.600 – Rp 2.577.500
D. Golongan Id: Rp 1.851.800 – Rp 2.686.500

II. Golongan II (lulusan SMA dan D3)
A. Golongan IIa: Rp 2.022.200 – Rp 3.373.600
B. Golongan IIb: Rp 2.208.400 – Rp 3.516.300
D. Golongan IIc: Rp 2.301.800 – Rp 3.665.000
E. Golongan IId: Rp 2.399.200 – Rp 3.820.000

III. Golongan III (lulusan S1 hingga S3)
A. Golongan IIIa: Rp 2.579.400 – Rp 4.236.400
B. Golongan IIIb: Rp 2.688.500 – Rp 4.415.600
D. Golongan IIIc: Rp 2.802.300 – Rp 4.602.400
E. Golongan IIId: Rp 2.920.800 – Rp 4.797.000

IV. Golongan IV
A. Golongan IVa: Rp 3.044.300 – Rp 5.000.000
B. Golongan IVb: Rp 3.173.100 – Rp 5.211.500
C. Golongan IVc: Rp 3.307.300 – Rp 5.431.900
D. Golongan IVd: Rp 3.447.200 – Rp 5.661.700
E. Golongan IVe: Rp 3.593.100 – Rp 5.901.200.

Penulis : Team Linus
Publisher: Sayadi H