Surabaya

Menyingkapi Pemberitaan HOAK, Resto Dengan Omset Mencapai Rp.15 juta-Rp.20 Juta “Parah”

Surabaya, lintasnusantara.net – Seorang lelaki di Surabaya menumpahkan kekesalannya dan kekecewaannya melalui pemberitaan yang ada di Media Sosial (Medsos) dengan kepentingan pribadinya sendiri dan tak mementingkan orang lain, Jum’at (1/9/2021).

“Terkait Rekreasi Hiburan Umum (RHU) padahal kalau kerumunan paling banyak di jumpai di Warkop, Cafe Kopi, dan juga Mall. Kalau mengenai Cafe Resto yang ada di Surabaya paling pelanggan datang antara jam 17:00 sore sedangkan tutup resto jam 20:00 malam,” ujar Pimred media (LWJ).

Lanjut, apa gak kasih orang yang mencari nafkah sebagai LC, dia juga punya keluarga dan juga punya anak untuk bertahan hidup. Siapa sih yang mau kerja kaya gituan, semua perempuan pasti gak ada yang mau, itu karena kebutuhan hidup.

“Terkait pemberitaan yang dikutip dari www.suarahukum.com katanya Gand Scorpion dan New Happy Fun, dari pemandu lagu setiap minggunya masing-masing usaha mereka untungnya mencapai Rp.15 juta-Rp.20 juta, dan pemandu lagu juga untungnya banyak, belum juga untung dari hasil jual minuman beralkohol,” kata Pimred, itu semua HOAK.

Tambahnya, Kalau ingin menertibkan Rekreasi Hiburan Umum (RHU) jangan ada kerumunan jangan tebang pilih menindak RHU yang buka saat PPKM berlangsung. Hal itu sesuai dengan Perwali Nomor 67 tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya.

“Termasuk Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Harus semua tempat hiburan malam juga di tidak lanjuti, tanpa ada terkecuali, termasuk yang berkerumun entah itu Warkop, Cafe Kopi, Resto, Mall, Restoran dll, jangan pilih kasih,” tambahnya, itu baru saya setuju.

Yang terpenting kita harus taati peraturan protokol kesehatan (Prokes) dari pemerintah 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, Mengurangi Mobilitas. (Nang)