Miris, Diduga Gara Gara Kesalahan Kecil, Gunawan Karyawan PT. BBM Lahat Langsung Di PHK

Lintas-Ogan-Sumsel, Senin, O8 Maret 2021

Posted in Ogan Ilir

Indralaya — Ogan Ilir-Sumsel — Lintasnusantara.Net — Manajemen PT. BBM di Lahat diduga melakukan proses PHK tidak sesuai prosedur kepada salah satu karyawannya bernama Gunawan dengan jabatan Operator Grade. Karena merasa dirinya telah diperlakukan secara tidak adil hingga akhirnya di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja pada tanggal 23 Februari 2021 lalu. Hari ini, Gunawan dengan didampingi wartawan OI mengadukan nasibnya ke Disnaker Provinsi Sumatera Selatan, Senin (8/3/2021) pagi.

Menanggapi keluhan Gunawan, pihak Disnaker Sumsel melalui Kabid HI Firdaus mengatakan, mengenai surat pemecatan yang dikeluarkan oleh STIE Manager PT. BBM itu, dirinya berpendapat bahwa surat tersebut belum jelas kebenarannya dikarenakan tidak tercantum cap resmi dari perusahaan terkait.

Dalam hal ini, Firdaus menyarankan kepada Gunawan untuk mengirimkan surat terlebih dahulu ke perusahaan tempatnya bekerja. Firdaus mengatakan, apabila pihak perusahaan tidak merespon maka silahkan melapor ke Disnaker Kabupaten Lahat dengan difasilitasi oleh pihak Disnaker Sumsel, diwakili oleh Hendro sebagai mediatornya.

Terpisah, menurut Hendro Kasi PHI Disnaker Lahat saat dihubungi via whatsapp, Dia menjelaskan agar dibuat undangan Bipartit secara tertulis terlebih dahulu kepada pihak perusahaan. Selanjutnya, apabila tidak ada tanggapan dari perusahaan, maka laporkan ke Disnaker Lahat.

“Besok kami koordinasikan dulu masalah ini karena pekerjanya sekarang kan tidak berada di tempat. Sedangkan untuk panggilan mediasi itu mengharuskan pekerja dan pengusaha untuk datang sesuai dengan SOP penyelesaian perselisihan,”terang Hendro via chat whatsappnya.

Sementara Firdaus selaku SITE Manager PT.BBM yang memecat Gunawan, saat dihubungi via telepon seluler maupun melalui chat whatsappnya, tak mau merespon.

 
Menurut Gunawan, dirinya memang mengakui telah membuat kesalahan dan kelalaian dalam bekerja. Namun kesalahan yang dilakukannya itu hanya satu kali bukan beberapa kali seperti yang dituduhkan oleh pihak perusahaan.

Lanjut gunawan, Ia membenarkan masalah ketiadaan SIO dan SIM B ll. Akan tetapi perusahaan telah mengetahui hal tersebut sejak awal dirinya melamar hingga akhirnya diterima bekerja di perusahaan yang juga bernaung dengan PT.Indira Marsell Utama yang berpusat di kota Jakarta.

Kepada wartawan, Gunawan menyebutkan bahwa setelah beberapa bulan bekerja di sana, hal itu tidak pernah dipermasalahkan, pihak perusahaan tak pernah lagi menanyakan maupun membahas mengenai SIO dan SIM tersebut. Saya mulai bekerja pada 7 Oktober 2020 hingga akhirnya di PHK tanggal 22 Februari 2021.

“Saya merasa tidak terima dengan pemecatan tersebut, seharusnya ada tahapan SP l,ll dan lll terlebih dahulu, bukan langsung pecat. Lagipula, ada hal yang janggal dengan surat PHK ini, sebab di surat tersebut tidak ada nomor register dan tidak disertai cap resmi dari perusahaan,”ujar Gunawan di rumahnya usai menemui Disnaker Sumsel, Senin (8/3/2021) petang.

Masih kata Gunawan, dirinya mencari keadilan dan menginginkan agar pihak perusahaan memberikan kebijakan terhadapnya.

“Saya minta kebijakan perusahaan. Saya inginkan surat yang sah dari perusahaan langsung, agar saya bisa mudah melamar kerja di perusahaan lain,”pungkasnya. (F’R)