Munculnya Polemik PKH-BPNT Desa Sukosari Kec Sukowono Di Duga Kekurangan Agen Penyalur

Jember, lintasnusantara.net – Mengingat polemik yang terjadi di Desa Sukosari Kec Sukowono Kab Jember, Diduga kekurangan agen atau toko penyalur PKH-BPNT.

Desa Sukosari Kecamatan Sukowono alami polemik dan berujung lapor-melapor ke APH. Mengingat di desa Sukosari KPM PKH-BPNT kurang lebih dari seribu lima ratus KPM, namun hanya memiliki 2 agen atau toko penyalur PKH-BPNT.

“Menurut Muhammad Gufron AR, selaku Transaction Bank Mandiri Retail Admin (TBRA) Bank Mandiri Cabang Jember mengatakan, Kita secepatnya akan melakukan cleansing data untuk mengatasi wilayah yang kekurangan agen Bansos BPNT PKH.

Berita Terkait:

Dan kita akan lakukan koordinasi dengan cabang Mandiri terdekat untuk mencari agen yang mundur atau yang bermasalah,” Tuturnya Muhammad Gufron AR, di ruang lobi bank Mandiri lantai 3, Selasa (09/03/2021).

Tambah Gufron, untuk seribu KPM BPNT, idealnya ada 5 agen atau toko penyalur PKH BPNT, kalau KPM nya Seribu pas agen penyalur kalau kurang dari 5 agen kurang ideal mas.

“Ketiga agen atau toko penyalur PKH-BPNT yang ada di Desa Sukosari yang diajukan ke Mandiri kemarin mungkin ada masalah, misalnya kurang modal, kondisi toko tidak layak, atau ada hal lain hingga pemilik toko mengundurkan diri jadi agen penyalur.

“Untuk mengatasi hal tersebut, kita akan melakukan seleksi untuk mencari agen atau toko penyalur yang layak, dan pihak Bank kekurangan mesin EDC.

Baca Juga:

Karena mesin EDC belum datang dari pusat juga bisa menjadi penyebab agen atau toko penyalur PKH BPNT belum bisa beroperasi,” ucapnya.

Biar menghindari dari kerumunan massa, “Untuk KPM bisa mengambil Sembako PKH-BPNT tidak harus dengan hari yang sama.

Saya berharap agar agen resmi penyalur PKH-BPNT dan PKM tetap mematuhi protokol kesehatan. “Mengingat saat ini masih masa pandemi Covid-19,” Tutupnya. (Team LiNus)