Menu Tutup

Muspika Lepas Merpati, Tota’an Dhereh Sebagai Budaya Masyarakat Setempat Meriahkan HUT RI

Posted in Jember

JEMBER – Pelepasan burung merpati yang merupakan tradisi budaya masyarakat Kecamatan Jelbuk, yang diberi nama Tota’an Dhereh (Bahasa Madura) yang artinya melepas darah atau maknanya melepas merpati peliharaannya yang sudah seperti saudara sedarah.

Merpati tersebut merupakan merpati yang sudah dipelihara sejak bertahun-tahun, yang diikhlaskan dilepas dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.

Hadir dan ikut melepas diantaranya Muspika Jelbuk yaitu Camat Suryadi, Danramil 0824/26 Jelbuk Kapten Arm Teguh Harianto, Kapolsek Jelbuk Iptu Dwiko Sulistiono.

Acara adat tersebut juga dimanfaatkan oleh Muspika untuk mensosialisasikan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid 19, serta pembagian masker kepada masyarakat.

Usai kegiatan tersebut Danramil 0824/26 Jelbuk saat kami konfirmasi menyatakan, bahwa kita menghadiri acara adat tradisi masyarakat ini dalam rangka memotivasi agar tradisi tersebut selalu dipelihara kelestariannya, memotivasi rasa cinta Tanah Air dan Bela Negara,  sekaligus kita sosialisasikan protokol kesehatan yang harus selalu dipatuhi masyarakat dalam menghentikan penyebaran Covid 19.

Kepada masyarakat kita pahamkan pentingnya mengenakan masker, menjaga jarak sosial dengan orang lain,  dalam setiap melakukan kegiatan diluar rumah, karena kerentanan penularan Covid 19 dari cairan mulut saat kita berbicara. kata Danramil 0824/26 Jelbuk tersebut.

Selanjutnya Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin saat kami konfirmasi menyatakan,  sangat mengapresiasi kegiatan Muspika Jelbuk yang kompak dalam melakukan kegiatan kewilayahan, hal ini harus  selalu terjaga dalam menyelesaikan berbagai permasalahan diwilayah, sehingga menjadi lebih ringan, utamanya dimasa pandemi Covid 19 ini. (Siswandi)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: