“Ngerinya” Akibat Lewati Mobil Bermuatan Berat, Jembatan Lubuk Rukam (OI) Patah

Lintas-Ogan-Sumsel

Posted in Ogan Ilir

Rabu, 17 Maret 2021

Kandis — Ogan Ilir-Sumsel — Lintasnusantara.Net — Jembatan besi yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dengan Desa Muara Kumbang dan tiga desa lainnya Kecamatan Kandis serta Kec. Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir-Sumsel, saat ini kondisinya kembali mengkhawatirkan bagi para warga yang sering melintasi jembatan tersebut, Rabu (17/03/2021).

Menurut pengakuan salah satu warga desa tersebut, penyebab jembatan ini patah akibat dilewati satu mobil tronton muatan alat berat (Exkapator) menujuh kedesa kumbang Ilir. Kondisi seperti ini sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Namun hingga kini belum ada perhatian dari Pemerintah untuk segera memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut sehingga hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua saja walau banyak sering terjatuh saat melintasinya, sedangkan untuk roda empat tak bisa lagi melewatinya.

Untuk warga kekebun, jadi jembatan ini untuk sementara agar bisa dilewati warga walau hanya bisa untuk roda dua saja, pihak pemerintah desa bersama masyarakat setempat bergotong royong mengelasnya dibagian yang bisa dilewati, tapi yang telah diperbaiki warga kini sudah mulai retak lagi dan sudah sangat kuatirkan kalau dilewati.

“Sebagai warga sini, terus terang saya sangat khawatir saat melintasi jembatan ini.
saya sendiri pun yang setiap hari kekebun juga sering terjatuh serta banyak warga lainnya yang juga melintas terjatuh. Sebelum terjadi kecelakaan, apalagi hingga memakan korban jiwa, saya mohon kepada pemerintah Ogan Ilir untuk segera diperbaiki. Kami takut, kejadian nahas itu (mobil terjun) terulang lagi,”kata Wati warga desa Lubuk Rukam.

Seperti diketahui, jembatan ini dibangun pada tahun 2006 silam dan sebelumnya telah mengalami kerusakan hingga menyebabkan satu unit mobil truk terjun ke sungai pada 2016 lalu. Usai peristiwa nahas itu, akhirnya jembatanpun langsung diperbaiki. Namun saat ini, jembatan penghubung dua desa tersebut kembali mengalami kerusakan akibat sering dilalui oleh mobil alat berat. Kondisi ini membuat warga khawatir dan meminta agar segera diperbaiki.

Sebelum memakan korban warga di kedua desa tersebut meminta kepada Pemerintah untuk segera membangun atau memperbaiki jembatan ini agar mempermudah masyarakat di sana dalam mengeluarkan dan memasarkan baik hasil pertanian maupun hasil tangkapan ikan petani nelayan disana.

Sementara, pihak PUPR Ogan Ilir saat dikonfirmasi melaluii via WA/telpon, mengenai jembatan tersebut belum ada balasan hingga berita ini diterbitkan. (F’R)