Menu Tutup

Pasutri Di Tangkap Polisi, Di Duga Menganiaya Seorang Pemuda

Banyuwangi – lintasnusantara.net – Dugaan penganiayaan atau pengeroyoan yang di lakukan oleh seorang pasutri (DK) dan (HL) pada saudara (IF) pada Senin tanggal 18 Mei 2020 sekira pukul 14.00 wib, pengeroyoan (IF) yang terjadi di tempat parkir atau halaman Masjid yang beralamatkan di dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kec Glemore, Kab Banyuwangi.

Menurut keterangan korban (red) awalnya terjadi cek cok, gak tahunya yang bernama (HL) memukul dada saya, dan (HL) melanjutkan memukul pakai sandal sinjit pada saya sebanyak dua kali, sandalnya mengenai bagian leher dan kepala saya yang sebelah kanan, dan yang bernama (DK) menghampiri dan langsung menendang atau menerjang pinggang saya yang sebelah kiri.” Ungkapnya.

Lanjut korban, seingat saya waktu itu warna sandalnya abu abu, dan untung waktu itu ada yang bernama (YG) dan (ER) untuk melerai, saya gak tahu klu gak ada (YG) dan (ER), saya jadi apa mas.” Ucapnya ke awak media LN.

Tambah, pinggang saya yang sebelah kiri sakit sekali dan leher luka dan lecet, panjang lecetnya kurang lebih 3 cm, dan leher saya sampai sekarang masih terasa sakit. Waktu itu korban di Polsek Glenmore.

Pada hari yang sama korban langsung melaporkan ke Polsek Glemore, Dengan No LP/15/V/2020/Jatim/Resta.BWI /Sek.Glemore. yang di terima pada tanggal 18 Mei 2020, dan di tindak lanjuti oleh Angota Polsek Glenmore, pada hari Rabu 10 Juni 2020, melakukan penangkapan pada terlapor, dan sekarang yang bernama (DK) dan (HL) tahanan Luar atau mengajukan penangguhan pada Polsek Glenmore.

Menurut salah satu saksi, waktu itu hujan deras saya sama (IF) giup di masjid, (HL) dan (DK) juga giup, gak tahunya (HL) caci maki (IF), terus akhirnya cek cok tapi (IF) tidak menghiraukan, (IF) terus menghindar tapi di kejar terus oleh (HL), dan (HL) mukul dadanya, dan sampai mukul pakai sandal sinjet nya, dan (DK) langsung menendang Korban, waktu cek cok si perempuan yang memukul duluan pakai sandal sinjet warna abu abu.” Tuturnya.

Menurut keterangan Kapolsek Glenmore, waktu di temui di ruangan Kanit Reskrim Polsek Glenmore, mengatakan, alasan alasan polisi untuk menahan, tindak pidana khusus, seperti korupsi, mengkorupsi dana Covid, ancaman hukuman 4-5 tahun juga masuk, membahayakan orang lain, tu baru bisa di tahan, klu penganiayaan kan jatuh dalam KUHP, ancaman hukumannya kan di bawah 2 tahun.” Ucapnya.

Tambah Kapolsek, Kalau dengan adanya penagguhan atau tahanana luar banyak alasan, karna kasus ini di bawah dua tahu, apalagi sekarang masa covid-19, dan lain lain, tidak perlu menahan, masak orang harus di tahan. Menahan itu hanya mempermudah pemeriksaan, klu pemeriksaan itu lancar gapain di tahan,

Menurut Kanit Reskrim Glenmore, penahan juga di perhitungkan oleh Mentri Hukum dan HAM, untuk penahan orang agar di pilah pilih lagi.” Tutupnya.

Sampai berita ini di naikan pihak Team Linnus belum pernah bertemu dengan si terlapor.

Penulis : Team Linnus
Publisher: Sayadi H

Posted in Banyuwangi

%d blogger menyukai ini: