Menu Tutup

PDP Meninggal Di RSU Kabanjahe “Warga Desa Salit Menolak Pemakaman Korban”

Posted in Karo

Tanah Karo – lintasnusantara.net – Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) warga Kota Medan, dikabaran meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Kabanjahe, Selasa (26/5/2020). 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo Drg Irna Safrina Meliala M.kes, mengungkapkan pasien wanita berinisial SU (53) Warga Medan  ini datang ke Kabupaten Karo untuk mengunjungi anaknya di Kabanjahe. Dirinya menyebutkan, pasien tersebut awalnya mengeluhkan sesak nafas. 

“Iya kita ada menerima satu PDP warga Kota Medan, dia sudah seminggu di sini mengunjungi anaknya,” ujar Irna.

Berdasarkan informasi dari keluarga pasien awalnya dirinya sudah mengeluhkan sesak nafas saat tiba di Kabanjahe. Namun, dirinya baru mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Efarina pada Senin (25/5/2020) kemarin sore. 

Saat ditanya mengenai hasil pemeriksaan, Irna mengaku pasien berusia 53 tahun itu masih sebatas rapid tes dan hasilnya non reaktif. Dirinya menyebutkan, pihaknya juga belum dapat memastikan apakah yang bersangkutan positif terindikasi virus corona (Covid-19) atau tidak. Karena saat ini, pihaknya masih menunggu hasil swab dari pasien tersebut. 

“Sudah kita rapid dan hasilnya non reaktif, makanya kita belum dapat pastikan dia positif Covid-19. Karena pasien ini punya keluhan pneumonia berat makanya langsung kita ambil swab, dan sekarang kita masih menunggu hasilnya,” ucapnya. 

Dirinya menyebutkan, untuk hasil swabnya sendiri belum dapat dipastikan kapan keluar karena baru hari ini dikirim. Namun, dirinya mengatakan, jika hasil swabnya dapat keluar sekitar 10 hari ke depan.”Pungkasnya

Usai dari RS Umum Kaban Jahe Jenazah Korban dibawa ke TPU yang telah ditetapkan oleh pemkab karo tepatnya di Desa Salit, Kec.Tigapanah, Kab.Karo.

Kenderaan Jenazah di kawal ketat tim medis, satuan gugus tugas kab.karo dan turut didampingi Personil TNI/Polri 

Namun penderitaan keluarga korban, belum juga berakhir sampai di lokasi TPU , ratusan warga asal desa salit menolak korban dikuburkan di TPU tersebut, pasalnya menurut pengakuan warga setempat bahwa pemkab karo belum ada musyawarah dengan pihak warga desa prihal lahan tpu milik pemkab karo yang akan dijadikan tempat pemakaman pasien covid-19.

Walau sudah diberikan penjelasan dari kepala pelaksana harian satuan gugus tugas kabupaten karo Ir Martin Sitepu , namun belum juga ada respon positif dari warga setempat.

Penulis : Lahir Raja Tongging

Related Posts

%d blogger menyukai ini: