Pemdes Desa Belanti (OI) Heran Sudah Hampir 2 Tahun, PT DPL Palembang Keberadaannya Tanpa Izin

Pemdes Desa Belanti (OI) Heran Sudah Hampir 2 Tahun, PT DPL Palembang Keberadaannya Tanpa Izin

Ogan Ilir, lintasnusantara.net – Perseroan Terbatas Duta Permata Lestari (PT-DPL) merupakan sebuah perusahaan konstruksi di kota Palembang yang memproduksi general contractor.

Namun keberadaan PT DPL yang beroperasi di wilayah desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir selama hampir 2 tahun terakhir ini, diduga tak berizin.

Selain tak berizin, aktivitas yang dilakukan oleh PT DPL selama ini telah membuat warga menjadi tidak nyaman. Warga setempat sempat mengeluhkan ketidaknyamanan mereka kepada Pemdes Belanti agar segera menegur PT DPL untuk berhenti beroperasi di wilayah sini.

Menurut Kades Belanti Irwani saat dikonfirmasi via chat WhatsApp nya mengatakan bahwa semenjak PT DPL ini berdiri di wilayahnya (Desa Belanti), belum pernah satupun perwakilan dari pihak perusahaan tersebut bertemu ataupun berkomunikasi dengan pihak Pemdes.

“Jangankan meminta izin, berkomunikasi ke kami pun mereka tidak. Mungkin bos dari perusahaan tersebut orang hebat, jadi tak perlu izin lagi”. Terangnya Kades Irwani via WA.

Sementara menurut pengakuan salah satu warga sekitar lokasi PT DPL beroperasi mengatakan, kami di sini tidak pernah tahu perusahaan ini namanya apa dan punya siapa.

Yang kami tahu perusahaan ini berdiri di sini tahun 2020 lalu berbarengan dengan adanya pembangunan jembatan Tanjung Raja. Sedangkan jembatan Tanjung Raja sudah selesai tapi kenapa PT ini masih berdiri di sini.

“Terakhir itu kira-kira 4 bulan lalu PT ini masih beroperasi. Setiap malamnya kami terganggu dengan suara bising mesin perusahaan tersebut. Tak hanya itu, bahkan jalan di depan rumah ini sampai rusak parah, padahal jalan ini baru dibangun tahun Sekarang”. Kata warga di rumahnya, Jumat (24/9).

Masih kata warga, saat masih beroperasi kemarin, ada banyak kendaraan yang kerap keluar masuk areal tersebut pada malam hari yang membawa coran beton sehingga mengakibatkan jalan menjadi hancur.

Kami merasa dirugikan dengan adanya PT DPL dan aktivitasnya selama ini. Kami ingin sebelum mereka angkat kaki dari sini, tolong jalan yang mereka rusak ini diperbaiki terlebih dahulu. Ujarnya.

Salah satu pengendara motor yang melintasi jalan rusak tersebut mengatakan, kami sebagai pengguna jalan merasa geram atas kerusakan yang terjadi akibat sering dilalui oleh puluhan kendaraan pengangkut coran beton PT DPL ini.

Jalan ini sangat penting bagi kami, kerusakan ini dapat mengancam keselamatan kami saat berkendara. Untuk itu, kami mohon agar pihak PT DPL segera memperbaikinya. Geramnya pengendara.

Sementara itu, menurut salah satu penjaga di lokasi ketika dikonfirmasi mengatakan, kami hanyalah pekerja dan kami tidak mengetahui mengenai perizinan, masalah itu urusan Bos kami. Pekerja tersebut membenarkan bahwa PT DPL ini berdiri dan beroperasi pada saat proyek pengerjaan jembatan Tanjung Raja dan Kayu Agung.

“PT DPL ini kantor pusatnya di kota Palembang, pak. Kami di sini hanya bertugas sebagai penjaga saja. Tapi sekarang sudah selesai semua produksinya dan sudah tidak beroperasi lagi, tinggal menunggu pemindahan alat-alat perusahaan”, tutupnya. (FC)