Menu Tutup

Pemerintah Daerah Kabupaten Karo bersama Moderamen GBKP dan GMKI Persiapan New Normal

Posted in Karo

Karo-Lintasnusantara.Net

Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dalam menyikapi Situasi pandemi Covid-19, menggelar diskusi online dengan tema “Penanganan Covid-19 dan Persiapan New Normal di Kabupaten Karo”.

Moderator Ade Roi Karo Sekali, dalam penyampaian bahan materi diskusi saat memandu zoom meeting, Jumat (12/6) pukul 18.00 WIB, dihadiri peserta zoom meeting, Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, Ketua Umum Moderamen GBKP, Pdt Agustinus Purba STh, senior GMKI Baltasar Tarigan, Plh GTPP Covid-19 Ir Martin Sitepu, Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi MSi, Kepala Dinas Kesehatan drg Irna Safrina Meliala Mkes, Dirut Badan Layanan Umum RSUD dr Arjuna Wijaya SpP.

Moderator Ade Roi Karo sekali mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, khusus anak muda kaum milineal dan mahasiswa dapat menampung pemikiran yang positif dalam menghadapi pandemi Covid-19 secara global yang terjadi saat ini, katanya sambil membuka diskusi online.

Sementara Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt Agustinus Purba, sangat mengapresiasi kegiatan digagas GMKI sebagai anak muda garda terdepan yang menjadi penerus dan calon pemimpin bangsa. Pada prinsipnya, penanganan Covid-19 harus menaati protokol kesehatan dengan penuh disiplin sehingga Kabupaten Karo dalam menuju fase new normal life, semuanya sudah siap, termasuk masyarakat tidak kaku dan gamang dalam kehidupan baru, katanya.

Sampai vaksin atau obat Covid-19 belum ditemukan, siap tidak siap, mahu tidak mahu, suka tidak suka, kita harus bersiap menujun kenormalan baru. “Tapi tentunya dengan pendisplinan protokol secara ketat, infrastrukturnya di segala sektor termasuk SOP nya harus disiapkan Pemkab Karo dan Tim Gugus Tugas,” ujar Ketua Moderamen GBKP.

Di kesempatan yang sama Baltasar Tarigan senior GMKI, memaparkan sejumlah konsep dan strategi menuju new normal life, yang mana harus perlu diperhatikan kelonggaran “stay at home” pada saat keluar rumah harus mematuhi protokol kesehatan, dengan pola hidup bersih dan sehat.

Selain itu kesiapan layanan kesehatan, implementasi program dan alokasi anggaran, sinergi Pemkab, Pemprov dan pusat, protokol kesehatan di ikuti implementasi dalam sektor dan sub sektor kepatuhan masyarakat. Di samping itu, perlu antisipasi dampak pandemi, ketahanan pangan desa dan daerah berimplikasi melemah, akses masyarakat/daya beli menurun, masyarakat kehilangan pendapatan /PHK, jumlah masyarakat miskin bertambah.

Begitu juga Bidang ekonomi, lanjutnya, kegiatan dan pemulihan ekonomi boleh dimulai, dengan syarat penyebaran dapat dikendalikan, sektor ekonomi andalan Kabupaten Karo perlu mendapat skala prioritas, dan antispasi dampak pandemi di sektor pertanian dan pariwisata dan sektor lainnya terpukul oleh jalur distribusi dan daya serap pasar menurun, urai Baltasar Tarigan.

Lebih khusus dalam sektor parawisata yang terdampak sangat signifikan dengan memperhatikan pembatasan sosial dan dampak sektor transportasi turun. “Kesemua ini tentunya memiliki efek domino dan tentunya kembali kepada kepatuhan masyarakat, kesadaran masyarakat, sedangkan kesadaran dapat dicapai melalui sosialisasi dan edukasi, edukasi efektif, partisipatif, stakeholder, kearifan lokal, budaya /adat, agama dan gereja, intinya semua harus bersatu dan bergotongroyong, demi kesehatan dan keselamatan bersama, termasuk menghidupkan sektor ekonomi,” jelas Baltasar Tarigan.

Dalam sesi diskusi, Bupati Karo Terkelin Brahmana menyambut positif, gagasan dan masukan termasuk kritikan bersifat membangun untuk penyempurnaan konsep new normal.”Usulan ini semua tentu merupakan wadah bagian dari stakeholder pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan sebelum menentukan sikap,”tegas Terkelin Brahmana.

Kabupaten Karo menuju fase new normal, Terkelin Brahmana menyebut sudah menyusun SOP (standar operasional prosedur) yang dilakukan oleh OPD teknis dibantu Bagian Hukum Pemkab Karo, bila sewaktu waktu new normal, kita sudah siap, tentunya dengan terlebih dahulu mengedukasi dan menyosialisasikan secara komprehensif ke seluruh lapisan masyarakat, baik di pedesaan, pelosok hingga perkotaan.

“Masalah protokol kesehatan, kita sudah sering mengimbau dan sosialisasi melalui media massa baik cetak maupun online, akun Kominfo Kabupaten Karo di media sosial, maupun secara langsung ketingkat desa dan kecamatan, tentu kembali kepada masyarakat, apa yang di perbuat dan berbuat apa, nah disini dituntut kepatuhan, kesadaran kolektif seperti diungkapkan dalam diskusi kita ini,” harap Bupati Karo.

Plh GTPP Covid-19 Kabupaten Karo Ir Martin Sitepu menambahkan, konsep new normal sudah disusun, secara tahap demi tahapan. Karena secara psikologis masyarakat tidak mungkin terus terusan di rumah. Harus ada panduan jelas, baik di sekolah, rumah-rumah ibadah, objek wisata, di terminal, pasar, kedai atau kafe-kafe, tidak mudah memang, tapi ini kita harus siap menuju fase kenormalan baru.(eg/Team Linus)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: