Pemerintah Menerapkan Kebijakan Baru Aturan PPKM Jawa Bali

Nasional, lintasnusantara.net – Pemerintah menerapkan kebijakan baru aturan Penerapan (PPKM) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat diperpanjang kembali mulai 19 Oktober sampai 1 November 2021 level Jawa Bali, bagi pengendara mobil pribadi siapkan dokuminya, apalagi masuk pelabuhan Gilimanuk siapkan dokuminya.

Dalam kebijakan PPKM diberlakukan kembali, aturan mengenai perjalanan domestik, untuk mobil atau motor pribadi, maupun transportasi umum jarak jauh seperti pesawat, bus, kapal laut, dan juga kereta.

Pemerintah menerapkan aturan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021 tentang PPKM Level 1-3 di Jawa-Bali.

Sopir serta penumpang perjalanan wajib untuk menunjukkan kartu vaksin, minimal vaksinasi dosis pertama. Yang dikutip dari Inmendagri.

Adapun untuk moda transportasi mobil pribadi, motor, bus, kereta api, dan kapal laut, wajib menunjukkan hasil negatif antigen yang sampelnya diambil pada H-1.

Untuk sopir kendaraan logistik dan transportasi barang lainnya yang sudah divaksin 2 kali dapat menggunakan antigen yang berlaku selama 14 hari untuk melakukan perjalanan domestik.

Bagi sopir yang baru divaksin 1 kali, antigen hanya akan berlaku selama 7 hari, sopir yang belum pernah divaksin harus melakukan antigen yang berlaku selama 1×24 jam. bunyi instruksi Inmendagri.

Di wilayah PPKM level 3, kapasitas transportasi umum seperti angkutan massal, taksi, dan kendaraan sewa dibatasi maksimal 70 persen, untuk pesawat terbang dapat menampung kapasitas maksimal 100 persen.

Sementara, pada wilayah level 2 dan 1 seluruh transportasi umum diizinkan beroperasi dengan kapasitas 100 persen.

Berikut informasi daerah yang bisa menerapkan PPKM level 1 dan 2:

Level 1:
1. Jawa Barat: Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar

2. Jawa Tengah: Kota Tegal dan Kota Semarang

3. Jawa Timur: Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Pasuruan

Untuk Level 2:

1. DKI Jakarta: Kepulauan Seribu, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara dan Jakarta Pusat.

2. Banten: Tangerang, Tangerang Selatan.

3. Jawa Barat: Sukabumi, Cirebon, Bogor, Bekasi, Bandung, Depok, Cimahi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang.

4. Jawa Tengah: Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Sragen, Surakarta, Salatiga, Magelang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Kendal, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Demak.

5. DIY: Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul.

6. Jawa Timur: Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu, Kabupaten Jombang, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik.

7. Bali: Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Buleleng, dan Kota Denpasar.

Publisher: Sayadi