Pemkab Jember Benar Benar Serius Penegakan Disiplin dan Mencegah Munculnya Potensi Klaster Baru

Jember, lintasnusantara.net – Bupati Jember mengadakan rapat koordinasi bersama Kepala OPD serta Camat se-Kabupaten Jember, yang di pimpin langsung oleh Bupati H. Hendy Siswanto, yang berlangsung di Aula PB. Sudirman. Jumat 07/05/21.

Rapat koordinasi tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Jember Muhammad Balya Firjaun Barlaman, Sekda Kab Jember, Ir. Mirfano, Kepala OPD dan Camat se-Kabupaten.

Keseriusan Pemkab Jember benar benar penegakan disiplin dan mencegah munculnya potensi terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 saat libur lebaran nanti. Rapat tersebut di Pimpin langsung oleh Bupati Jember.

Menurut Bupati H. Hendy Siswanto, saya menghimbau kepada warga diluar Jember untuk tidak memaksa mudik ke Jember. Dan Pendatang akan kita ambil dan akan di karantina di Desa selama 5×24 jam. Tuturnya.

Tambah Bupati Hendy, kepada seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemda Kabupaten Jember agar tidak melaksanakan kegiatan mudik dan diwajibkan bekerja kembali tepat waktu setelah libur hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Kepada Satgas Covid-19 tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa, Hendy menginstruksikan untuk melakukan pengecekan di lapangan secara masif.

Satgas harus bisa optimal mencegah terjadinya kerumunan ditengah masyarakat, mengatur keluar masukmya orang di pusat-pusat perbelanjaan seperti mall, pasar dan stasiun.

“Mall harus menerapkan system pintu masuk dan keluar terpisah, dan apabila pengunjung sudah penuh sesuai aturan protokol maka harus dilakukan pembatasan di luar mall”, ujarnya.

Untuk tempat-tempat tujuan wisata, Bupati Hendy dengan tegas akan menutup semua obyek-obyek wisata yang berpotensi mendatangkan kerumunan seperti misalnya Pantai Watu Ulo dan beberapa tempat wisata lainnya.

“Nanti kita siapkan Surat Edaran (SE) Larangan untuk itu, kalau kita tidak siapkan suratnya bahaya karena ada potensi puluhan ribu masyarakat akan berkunjung ke tempat-tempat wisata tadi.” jelas Bupati.

Tentang pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Hendy tidak melarangnya. Namun, dalam pelaksanaannya semuanya diminta untuk tetap disiplin menjalan prokes.

“Sholat Idul Fitri masih boleh dilaksanakan karena belum ada larangan untuk itu tapi harus dengan protokol Kesehatan yang ketat dengan mengatur jarak antar jamaah,” tegasnya.

Keseriusan Pemkab Jember juga terlihat dengan diKarantinanya 31 Pekerja Migran Yang Baru Tiba Dari Luar Negeri. Pemberlakuan Protokol Kesehatan secara ketat diberlakukan bagi warga Jember dari luar negeri yang pulang kampung, mereka di isolasi selama 3 hari di Hotel Kebon Agung pada jumat (07/05/2021) malam.

Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Jember Bambang Edy Santoso, kepada sejumlah media menjelaskan, mereka tiba di Kabupaten Jember, pada Jumat 07 Mei 2021, pukul 18.00 – 18.30 WIB dan sementara harus menjalani isolasi,

“Berdasarkan hasil SWAB yang dilakukan di Asrama Haji Sukolilo, dinyatakan dalam kondisi sehat dan hasil SWAB negative,” kata Bambang.

Selanjutnya para 31 orang pekerja tersebut, setelah menjalani karantina selama 3 hari di Hotel Kebon Agung, akan dilaksanakan SWAB kedua terhitung 5 hari setelah SWAB yang dilaksanakan di Asrama Haji Sukolilo

“Perkembangan kesehatan mereka dalam pantauan Dinas Kesehatan,” kata Bambang.

Saat menerima PMI, Kabid Transmigrasi dan PMI Emi Sri Winarni meminta kepada para PMI agar bersabar menjalani prosedur protokol kesehatan, yang diterapkan pemerintah kabupaten Jember.

“Sabar ya bapak ibu, ini semua demi kepentingan kita bersama,” kata Emi.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Jember Siswanto menerangkan, bahwa sesuai petunjuk Bupati Jember, penjemputan kepulangan mereka dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya menuju Jember, telah difasilitasi Dishub Jember dengan menggunakan 1 unit Kendaraan sosialisasi dan 1 Unit Bus Wisata.

“Sesampai di kebon agung, penangannya dibawah kendali Disnaker Jember,” ujarnya. (Sayadi)