Penambangan Gumuk Galian C Di Kelurahan Antirogo Di Duga Ilegal Dan Dalam Sengketa

Jember, lintasnusantara.net – Warga Lingkungan Jambuan Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Bapak Abdullah mempermasalahkan tanah gumuk yang di tambang seluas sekitar 0,692 Da tepatnya Gumuk tersebut di lingkungan Jambuan Kelurahan Antirogo Sumbersari.

Menurut keterangan Bapak Abdullah yang mengaku salah satu cucu ahli waris tanah gumuk merasa tidak pernah membuat persetujuan untuk menjual menyewakan tanah atau penambangan gumuk tersebut ke orang lain.

“Tanah gumuk di Persil 252 blok D II tersebut masih atas nama Gedeng Sepakmi Tahir dan belum ada pembagian waris.

Kita sudah pernah melakukan mediasi, mulai tingkat Kelurahan hingga Kecamatan, dan pihak Kecamatan memutuskan untuk membagi gumuk tersebut menjadi 3 bagian.

Abdullah heran, mediasi belum final kenapa tiba – tiba ada kendaraan berat dan melakukan penambangan di gumuk tersebut.” Tutur Abdullah Jumat (02/04/21)

Tambah Abdullah, “Yang saya tahu kemarin ada dua orang yang bekerja di lokasi tambang, Fusuhadi dan Dodik selaku operator kendaraan berat.” Tambahnya.

“Saya selaku ahli waris dari Sutiani tidak pernah menerima uang hasil penjualan pasir. Saya hanya berharap tanah gumuk itu dibagi sesuai prosedur ke ahli warisnya, yakni dibagi tiga.” Ungkapnya.

Berita Terkait:

Di tempat terpisah, Fusuhadi selaku orang kepercayaan yang punya bego atau kasir di lokasi tambang Gumuk tersebut, mengaku jika ia berada di lokasi tambang atas nama E.

“Info terkait tanah gumuk memang sempat terjadi sengketa, namun sudah selesai,” ucap Fusuhadi di kediamannya, Jalan Sarangan desa Sumberpinang kecamatan Pakusari, Jum’at (02/04/2021).

“Untuk per satu rit, harga tanah urug 45 ribu, dan harga pasir 190 ribu. Dan rata rata kita menyerahkan uang 200 ribu untuk perkumpulan kifayah,” jelasnya.

Baca Juga:

Fusuhadi juga mengatakan jika uang hasil tambang ia bagi tiga, yakni E, H dan S. “Kalau saya dibayar oleh bos, antara 70 – hingga 200 ribu per hari, dan operator dibayar 150 per hari,” tuturnya.

Berdasar data terhimpun, Abdullah melaporkan kegiatan pertambangan di lahan Persil 252 blok D II ke Polres Jember melalui kuasa hukumnya.

Dalam surat pengaduan Abdullah bernomor : LM/141/III/2021/Polres Jember/Reskrim, tertulis dugaan tindak pidana terkait tambang tanpa ijin. (Sayadi H)