Pendamping, Ketua Kelompok, dan Agen Bansos Dilarang Keras Menyimpan Kartu KKS Milik KPM

Jember, lintasnusantara.net – Agen bansos mandiri dalam penyaluran Bansos kepada KPM ada beberapa petunjuk yang harus dipatuhi salah satunya agen Bansos tidak boleh mengumpulkan, menguasai, menyimpan kartu KKS milik KPM, dan agen Bansos tidak boleh barang tidak diberikan langsung setelah melakukan transaksi, dan juga agen Bansos tidak boleh bekerja sama dengan oknum dalam mengumpulkan kartu atau pengarahan KPM kesalah satu Agen.

Desas desus tentang penarikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Desa Pringontan, awak media sudah ada jawaban, karena agen Bima sudah menemuii Awak Media di kediamanya Dusun Tamanburni Desa Pringontani, Jumat 23/04/21.

Ketua kelompok (S nama samaran) menerangkan terkait kartu PKH, memang saya tarik waktu ada pencairan, karena alat geseknya ada di Prengontani rumah Agenya.

Memang Iya saya antarkan ke Agen di Prengontani kartunya untuk di gesek, setelah selesai di gesek oleh agen, saya antarkan kembali ke satu persatu anggota atau KPMnya.” Tuturnya waktu di datangi kerumahnya oleh awak media, Senin (03/29/21)

Tambah (S) Menurut pendampingnya ke saya kalau sudah ada pencairan, bila kartu di tarik langsung antarkan, kartu itu di tunggu jangan sampai ngenib di agen kartunya.

Saya ikuti apa kata pendamping karena saya takut kenak resiko, maslahnya takut hilang, dari pada kartu yang hilang mendingan hilang uang Rp100.000 atau Rp 1000.000, menurut waktu rapat.

Penarikan kartu itu atas pendamping? iya, kata (S) Karena agenya jauh ke Prengontani (Agen Bima milik Pak Kampung) semua KPM daerah sini nyuruh saya ngambilnya, karena orang sini tidak tahu cara ngambilnya, jauh lagi ke agen, tapi kartu PKH tidak sampai ngenib di rumah agen.

Saya sendiri yang ke agen mengesek kartunya hari Sabtu 27/03/21, tapi kalau uangnya belum cair, katanya hari ini, Senin sore pukul 16:00wib (29/03/21) yang mau di cairkan, kata yang punya agen (Kampung Mochammad Hafifi red).

Setelah di telusuri kembali oleh awak media hari itu juga, pukul 18:00wib Tlp ketua kelompoknya (S) masih belum datang kampungnya. Dan menurut salah satu KPM uang di cairkan Hari Senin malam Selasa (27/03/21) Pukul 22:00wib.

Sementara pemilik agen Bima, mengatakan bahwa tidak benar kalo agenya menahan kartu KKS Mandiri milik KPM, kalo dititipkan memang iya.

“Semua agen Bansos mandiri di desa pringondani tidak ada pengumpulan kartu KKS.Tidak benar kalo telah menahan.Yang menitipkan kartu KKS KPM sendiri, kalo memang tidak mau menitipkan KKS itu sepuhnya hak KPM,” jelasnya Hafidi/pak bintang.

Untuk jumlah KPM KKS mandiri sedesa Pringondani saya kurang paham.Untuk pencairan BPNT dan PKH bulan Maret, tak kalau KPM yang mengambil di agen saya berjumlah 40 KPM keseluruhannya.

“Khusus untuk pencairan dana PKH, cek kuota dahulu, kalo saya ada dana langsung kita cairkan, setelah transaksi dana langsung saya serahkan ke KPM.

Tapi, kalo tidak ada dana saya tawarkan dulu ke KPM, kita cek kuota kalo ada dana masuk, saya ambil uang ke ATM lalu saya serahkan ke KPM.”Jelasnya Hafidi pak bintang selaku pemilik agen bima dan Pejabat Desa di Kaur perencanaan Desa Pringondani kepada awak media di kediamannya. Jumat 23/04/21.

Warsiyanto, selaku Pendamping PKH Desa Sumber Jambe menyampaikan kepada awak media melalui pesan singkat WhatsApp bahwa untuk jumlah KPM KKS mandiri desa jumlah keseluruhan kurang lebih ada 600 KPM.

“Secara pasti kami pendamping tidak tahu pasti, karena pendamping tidak dilibatkan dalam penyaluran KKS kemarin. Sehingga kami juga kesulitan mentracking KPM yang sudah dapat KKS atau belum.” Jelasnya.

“Di Desa Pringgodani ada 2 orang pendamping, saya sendiri tidak paham secara keseluruhannya.” Tambahnya

Terkait adanya informasi bahwa kartu KKS milik KPM ditahan oleh oknum agen, dia mengatakan ,”Secara resmi pendamping sudah mensosialisasikan gerakan pegang KKS. Dan sejauh ini belum ada laporan jika KKSnya ditahan agen.” Terangnya.

Untuk permasalahan penyaluran Bansos PKH di Desa Pringondani Saya menemukan ada 3 macam temuan. Beberapa KPM mengaku langsung diambil saat itu juga. Ada beberapa KPM malah mengaku ditolak bertransaksi karena agen kehabisan dana tunai. Dan ada Beberapa KPM juga mengaku harus menunggu beberapa hari.

Lanjut dia, adanya beberapa KPM yang harus menunggu dana PKH sampai beberapa hari baru dicairkan. “Saya tanyakan sudah kesepakatannya yang bersangkutan (KPM) dengan agen.

Saya konfirmasi ke agen, agennya membenarkan namun disitu sudah berdasarkan kesepakatan dengan KPM,” jelasnya Warsiyanto. (Sayadi)