Menu Tutup

Penetapan Zona Merah, Pintu Keluar Masuk Kabupaten Karo Diperketat

Posted in Karo

Karo-Lintasnusantara.Net

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH, minta seluruh jajarannya semakin menggencarkan himbauan agar masyarakat jangan sampai kendor dalam menjalankan kebijakan protokol kesehatan. Disamping itu, pos check point atau titik pemeriksaan semakin diperketat.

Berdasarkan peta sebaran kasus positif Corona di Sumatera Utara hingga Minggu (7/6/2020) siang, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut mencatat sudah ada 7 dari 33 kabupaten/kota di Sumut yang kini berstatus zona merah.

Sebelumnya ada 6 dari 33 Kabupaten/Kota di Sumut yang masuk dalam zona merah yakni Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Kota Pematangsiantar, serta Kabupaten Simalungun, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dan Asahan.

Menyusul Kabupaten Karo masuk dalam zona merah. Hal ini dikarenakan adanya penambahan angka positif Covid-19. Daerah-daerah tersebut berstatus zona merah dikarenakan sudah terdapat lebih dari 5 kasus positif Covid-19. Untuk saat ini, di wilayah Kabupaten Karo tercatat ada sebanyak 7 kasus pasien positif terinfeksi virus Corona. Dari 7 kasus positif tersebut, 2 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Diketahui, penambahan paling drastis terjadi Sabtu (6/6/2020) kemarin, yang menunjukkan penambahan empat kasus. Menurut data yang diperoleh dari Satgus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karo, dari ketujuh kasus ini tersebar di beberapa titik. Kemudian, dari tujuh orang yang dinyatakan positif, dua di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Total kasus kita memang ada tujuh, tapi yang dua pasien sebelumnya sudah dinyatakan sembuh. Yang satu dari Berastagi dan satu lagi dari Tiganderket,” kata Bupati Karo menjawab wartawan, Senin petang (08/06/2020) di Kantor Bupati.
Dia menekankan pesan mengenai pentingnya menegakkan kedisiplin kuat dalam mematuhi protokol kesehatan itu. Protokol kesehatan yang dimaksud ialah tetap disiplin berada di rumah, menjaga jarak aman dengan orang lain, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan, tidak menyentuh wajah, dan mengenakan masker saat keluar rumah.

Masyarakat harus sadar, bahwa Covid-19 merupakan virus yang sangat mudah menyebar dan tidak terlihat dengan mata. “Untuk menghentikan wabah ini, satu-satunya jalan yang harus ditempuh ialah memutus mata rantai penyebaran agar penularan virus itu dapat dihentikan. Penghentian total tersebut hanya dapat dicapai dengan penerapan physical distancing dan penegakan protokol kesehatan dengan disiplin,” kata Bupati Karo.

Dan perilaku ini, sambung Terkelin Brahmana, harus dilakukan secara baik oleh individu maupun secara bersama-sama secara kolektif. Walaupun Kabupaten Karo masuk ke zona merah, tidak perlu panik, namun harusnya semakin disiplin mematuhi anjuran pemerintah berupa protokol kesehatan.

Ancaman bahaya Virus Corona ada di depan kita, jangan lengah, terus mematuhi protokol kesehatan dan meningkatkan disiplin dalam rangka pencegahan Covid 19. “Kita harus mampu menjadikan protokol kesehatan sebagai budaya baru kehidupan sehari-hari, dan tetap meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” pintanya.

Bupati Karo juga berharap, lima orang yang saat ini dinyatakan positif, kiranya cepat sembuh. Terkelin Brahmana berharap warganya yang kini dirawat sebagai pasien Covid-19 cepat sembuh dan bisa kembali ke rumahanya melakukan aktivitas seperti biasanya. Dia juga meminta Gugus Tugas menjadwalkan bisa berkomunikasi langsung dengan ke lima pasien Virus Corona melalui Karo Command Centre untuk memberikan semangat dan motivasi secara langsung. (eg/Team Linus)

Related Posts

%d blogger menyukai ini: