Pengakuan KPM BPNT Selama Empat Bulan Hanya Diberi 10 Kg Beras oleh Oknum RT Desa Plalangan Kalisat

JEMBER, lintasnusantara.net – Bantuan pangan dari Pemerintah yang diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat, Bantuan Non Tunai (KPM-BPNT) setiap bulanya sebesar Rp 200.000,-(dua ratus ribu rupiah) melalui mekanisme akun elektronik yang digunakan hanya untuk membeli pangan di Agen yang bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Bantuan pangan yang bertujuan mengurangi beban warga yang notabennya kurang mampu, pengeluaran dan komoditas bahan pangan yang boleh di beli oleh KPM yaitu sumber karbohidrat; yaitu beras atau bahan lokal lainya seperti jagung, pipilan dan sagu, sumber protein hewani; telur, daging sapi, ayam dan ikan segar, sumber protein nabati; kacang-kacangan, termasuk tempe dan tahu, sumber vitamin dan mineral; sayur-mayur dan buah-buaha.

Berbentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) juga tidak boleh di pindah tangankan, atau orang lain menahan kartu di kuwatirkan terjadi hal-hal yang tidak diingginkan.

Tetapi ada saja oknum Rukun tetangga (RT) yang diduga mencairkan di agen dan juga menahan KKS beserta KTP aslinya milik sala satu KPM yang diketahui bernama Niba bersetatus janda warga Dusun Plalagan RT 002 / RW 001 Desa Plalangan Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur.

Pasalnya KPM selama 4 (empat) bulan terhitung bulan Januari sampai dengan bulan april, tahun 2021 hanya diberi beras 10 kg (sepulu) kg, oleh oknum RT, dengan dalil dititipkan dan mengurus KTP dan KKS.

Sala satu putri dari Niba bernama Yuhairiya merasa kesal dan kecewa terhadap kelakuan serta perbuatan oknum RT bernama Nirjo / P Lut.

Yuhairiyah juga menjelaskan sampai saat ini KKS dan KTP masi dibawa atau di pegang oleh oknum RT dengan alasan karena yang mengurusi KKS dan KTP oknum RT tersebut, dan sempat saya minta hak orang tua saya, malah mengancam saya yang mau di hukumkan.

“Katanya,sekarang ini BPNT cair 4 (empat) bulan terhitung bulan Januari sampai bulan april dan yang mencairkan ke agen tetap oknum RT, orang tua saya hanya di beri beras 2 (dua) kampel, 1 (satu) kampelnya berisi 5 (lima) kg, jadi diberi beras sebanyak 10 (sepulu) kg, yang lain seperti telur, kacang-kacangan, buah-buahan tidak di berikan, perbuatan oknum RT ini sudah mulai dulu seperti ini, saya hanya meminta haknya orang tua saya,”ucapnya dengan nada kesal.

Sedangkan Nirjo / P Lut selaku RT saat di konfirmasi oleh awak media di kediamanya, beberapa waktu lalu, Rabu (14/04/21). Mengaku, “KKS dan KTP atas nama Niba, memang di sini kalau KK nya tidak ada mulai dulu di bakar sama orangnya karena alasan sudah tua.

Kalau terkait bantuan seperti beras bukan diambil saya, itu saya kasihkan semua, tapi disuruh dititipkan di sini, orangnya hanya mengambil beras sebanyak 10 (sepuluh) kg, sisanya ada disini. Jelas Nirjo RT Desa Plalangan.

Lanjut Nijo, dulu sempat lama bantuan tidak turun saya pinjamkan di agen dan sempat KKSnya di blokir juga saya yang mengurusi, jadi saya yang memberi ke Niba, seperti sayur, gula, bubuk, bukan saya yang mengambil.

Saya kasian pada orangnya, tanya pada orang- orang disini, anaknya tidak mau tau dan jauh di Dusun Jambuan Desa Setempat, kalau memang diminta sama anaknya tidak apa-apa, yang penting tangung jawab kalau ada apa-apa, tapi itu bukan memberi pada orang tuanya, tapi yang disini di bawa. Akunya.

Menurut pengakuan salah satu Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat yang tidak mau di sebut namanya, beliau pernah menegur kejadian tersebut kepada RT, tetapi tidak digubris, melainkan dapat ucapan tidak enak dari keluarga RT. (Sayadi/Nono)