Petani Desa Sebanen Mengeluh Bobroknya RDKK Kios Pupuk Subsidi diduga Menjual tidak Sesuai HET

JEMBER, lintasnusantara.net – Petani Desa Sebanen Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur mengelu dengan adanya dugaan kios di Desa setempat.

Karena menjual pupuk bersubsidi tidak sesuai Harga Eceren Tertinggi (HET) yang di tetapkan oleh pemerintah.

Menurut pengakuan petani penjualan pupuk dikios tersebut berfariasi jenis UREA, per 1 (satu) kuwintal sebesar RP 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) yang seharusnya harga sebesar RP 225.000,- ( dua ratus dua puluh lima ribu rupiah ), ZA per 1 (satu) kuwintal sebesar Rp 250,000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah) yang seharusnya harga sebesar Rp 170.000,- (seratus tuju puluh ribu rupiah), juga jenis Pouska sebesar Rp 300.000,- ( tiga ratus ribu rupiah)yang seharusnya harga sebesar Rp 230.000,- ( dua ratus tiga puluh ribu rupiah).

Baca Juga:

Sedangkan terkait Rencana Definitif Kebutuan Kelompok (RDKK) kelompok tani tidak pernah membuat hanya dimintai tandatanggan aja oleh PPL, demi kelancaran distribusi ke petani kelompok terpaksa tanda tanggan, ternyata yang tercantum dalam RDKK banyak yang tidak punya lahan yang punya lahan tidak masuk ke RDKK, jadi petani merasa resah dan di bodohi.

Dengan adanya keluhan petani Kepala Desa Sebanen Sawadi mengadakan Musyawarah klarifikasi di aula Desa setempat pada Selasa (29/3) lalu.

Yang di hadiri dalam pertemuan Camat, Kapolsek, Babinsa, Kalisat, Kepala Desa, segenap Perangkat Desa, BPD, PPl, kelompok tani, sayangnya pemilik kios tidak hadir meskipun sudah diundang.dalam musyawarah tersebut.

Pertemuan tidak bisa dilanjutkan, karena pemilik kios tidak hadir, jadi waktu penundaan kurang lebih 10 hari lagi. dalam kurun waktu 10 hari pimilik kios tidak ada klarifikasi ke pihak desa, pihak desa akan bekerja sama dengan kelompok untuk memferifikasi ke petani-petani yang masuk RDKK tetapi tidak punya lahan dan nama-nama yang sama dan atau ganda.bersambung. (Nono)